“Kami menganalisis dua pertandingan terakhir Indonesia. Mereka memiliki skuad yang kuat, terutama pemain nomor 19 (Thom Haye) bermain sangat baik dan sulit dihentikan. Namun, pertahanan kami belum kebobolan gol sejak awal turnamen, dan ada kepercayaan diri tertentu,” tambahnya.
Di sisi lain, sang pelatih tetap menaruh keyakinan besar pada ketangguhan lini belakang timnya. Catatan clean sheet yang belum pernah kebobolan sejak awal turnamen menjadi modal berharga bagi skuad Vietnam menghadapi tekanan publik tuan rumah.
Selain memantau laga resmi, Kim Sang-sik juga sempat mengamati langsung perkembangan permainan Timnas Indonesia saat melakoni laga uji coba kontra Mozambik. Ia melihat kemajuan signifikan dari cara bermain skuad Garuda yang kini jauh lebih terorganisir dan berbahaya.
“Saya menonton pertandingan persahabatan antara Indonesia dan Mozambik. Indonesia telah banyak berubah sejauh ini. Jujur saja, saat menonton langsung, saya melihat Indonesia bermain keras, tahu bagaimana bermain sepak bola dan tahu apa yang harus dilakukan. Namun, yang lebih penting adalah kita perlu fokus pada diri kita sendiri,” tutup Kim Sang-sik.
Ketika disinggung mengenai detail strategi dan komposisi pemain tengah oleh awak media, sang pelatih memilih menutup rapat dapur pacu timnya. Dengan sedikit berseloroh menyebut kiper Patrik Le Giang, ia menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan berbagai opsi alternatif demi meredam perlawanan tuan rumah.
(Rivan Nasri Rachman)