Gianni Infantino Terpojok! UEFA Ancam Boikot Piala Dunia Usai FIFA Lempar Proposal Kontroversial

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Jum'at 31 Juli 2026 15:06 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: Instagram/gianni_infantino)
Share :

FEDERASI Sepak Bola Dunia (FIFA) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi berjudul guna meredam gelombang protes keras dari berbagai konfederasi sepak bola dunia. Hal itu terkait penjualan saham turnamen kepada investor swasta atau yang lebih dikenal dengan program FIFA Forward Enterprise (FFE).

FFE adalah rencana FIFA membentuk anak perusahaan komersial senilai 20 miliar dolar AS atau sekira Rp360 triliun untuk mengelola hak siar dan sponsor turnamen. Kebijakan ini viral karena berencana melepas sebagian saham ke investor swasta dan memicu penolakan keras dari UEFA.

FIFA pimpinan Gianni Infantino berencana menjual sekira 20-30 persen saham komersial hak siar, tiket, dan sponsor berbagai turnamen termasuk Piala Dunia melalui FFE.

1. Ancaman Boikot UEFA

Menanggapi kebijakan baru itu, Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) secara resmi mengumumkan pada Kamis 30 Juli 2026, bahwa 55 negara anggotanya akan memboikot Piala Dunia serta turnamen FIFA lainnya jika presiden FIFA, Gianni Infantino tetap memaksakan proposal kontroversial tersebut.

Tidak hanya Eropa, sebanyak 41 negara dari konfederasi CONCACAF juga dengan tegas menolak rencana yang digagas oleh kepemimpinan di bawah tekanan tersebut.

Presiden FIFA Gianni Infantino

Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melayangkan kritik tajam dan menyebut cara FIFA mencoba meloloskan rencana ini sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Di tengah polemik ini, FIFA sebelumnya menetapkan batas waktu hingga 19 September agar 211 asosiasi anggotanya dapat menyetor dana kilat sebesar 15 juta poundsterling atau sekira Rp363 miliar jika menyetujui proposal FFE (FIFA Forward Enterprise), dengan iming-iming suntikan dana tambahan hingga 50 juta poundsterling sebelum 2038.

2. Bantahan Tegas dari Pihak FIFA

Menghadapi tekanan yang kian memuncak terhadap kepemimpinan Gianni Infantino yang menjabat sejak 2016, otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut langsung merilis pembelaan resmi melalui platform X (Twitter).

 

Dalam pernyataan terbarunya, FIFA menegaskan bahwa tidak ada niatan sama sekali untuk menjual masa depan olahraga terpopuler di dunia ini kepada pihak swasta.

“FIFA mengakui dan menghormati umpan balik dan kekhawatiran yang disampaikan di depan umum. FIFA menegaskan kembali komitmennya terhadap konsultasi yang terbuka dan demokratis,” bunyi keterangan resmi FIFA, Jumat (31/7/2026).

“Pemberitaan yang keliru di media mengganggu proses konsultasi yang direncanakan. Kami telah mendengar umpan balik yang diberikan oleh masing-masing konfederasi terkait dengan usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dan ingin membahas masalah yang muncul,” sambung pernyataan FIFA.

Trofi Piala Dunia 2030. Gianni Infantino. FIFA

FIFA beralasan bahwa laporan media yang keliru telah mengganggu proses konsultasi terbuka yang demokratis, serta menegaskan proposal FFE bertujuan agar setiap asosiasi anggota memiliki kepemilikan komersial di negara masing-masing tanpa merusak tata kelola sepak bola

Menanggapi berbagai ancaman boikot dan penolakan terbuka dari konfederasi besar, FIFA menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa tidak ada satu entitas tunggal pun yang berhak mewakili seluruh 211 asosiasi anggota di seluruh dunia dalam mengambil keputusan akhir.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya