Inggris Gugur, Kutukan Piala Dunia Belum Pernah Dimenangkan Negara dengan Pelatih Asing Berlanjut!

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Kamis 16 Juli 2026 08:39 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. (Foto: FIFA)
Share :

ATLANTA — Impian Timnas Inggris untuk menjadi juara Piala Dunia 2026 terpaksa hancur secara tragis. Harapan besar yang sempat membubung tinggi di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) pagi WIB, berubah menjadi mimpi buruk setelah The Three Lions –julukan Timnas Inggris– ditekuk Argentina 1-2 di babak semifinal.

1. Kutukan Bertahan

Kekalahan menyakitkan ini sekaligus memperpanjang tren negatif sejarah sepak bola. Hasil itu membuat pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel gagal membawa Inggris ke final dan juara, yang mana memperpanjang kutukan belum ada satu pun negara yang mampu merengkuh trofi Piala Dunia jika dilatih oleh juru taktik asing yang berbeda kewarganegaraan.

Sejak turnamen dimulai pada 1930, belum pernah ada satu pun negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia di bawah asuhan pelatih asing. Semua pelatih yang membawa timnya mengangkat trofi selalu berasal dari negara yang sama dengan timnas yang mereka latih.

Rekor terjauh pelatih asing di Piala Dunia adalah mencapai babak final, yang baru terjadi dua kali dalam sejarah. Pertama ada pelatih Inggris George Raynor yang membawa Swedia ke final Piala Dunia 1958 dan pelatih Austria, Ernst Happel membawa Belanda ke final 1978.

2. Respons Tuchel

Inggris sebenarnya sempat memimpin lebih dulu berkat gol cepat Anthony Gordon di awal babak kedua. Namun, alih-alih terus menekan, anak asuh Thomas Tuchel justru bermain defensif dan membiarkan lawan mengurung pertahanan mereka.

Timnas Inggris. (Foto: Instagram/england)

Strategi bertahan Tuchel berbuah petaka ketika Enzo Fernandez menyamakan kedudukan menjelang laga usai. Petaka sesungguhnya lahir di masa injury time saat Lautaro Martinez menyundul umpan silang Lionel Messi untuk mengunci kemenangan Argentina.

Gaya bermain pragmatis dan pasif yang diterapkan Tuchel langsung memanen kritik tajam dari pundit dan suporter. Publik menilai keputusan taktis pelatih asal Jerman itu menjadi penyebab utama kegagalan Inggris ke final.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Tuchel menolak anggapan bahwa skuadnya terkena kutukan sejarah masa lalu. Meski menepis isu takhayul, mantan pelatih Chelsea itu dengan jantan pasang badan atas kegagalan taktis timnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya