KEGAGALAN Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 membuat Keisuke Honda kesal. Ia langsung menawarkan diri sebagai pelatih untuk menggantikan Hajime Moriyasu!
Timnas Jepang kandas di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Timnas Brasil. Padahal, Samurai Biru digadang-gadang bisa melaju paling tidak hingga perempatfinal.
Terhentinya Jepang bisa berimbas pada posisi pelatih Hajime Moriyasu yang kontraknya habis usai Piala Dunia 2026. Menurut kabar, PSSI-nya Jepang, JFA, siap menawari perpanjangan selama setahun.
Tapi, kabar itu ditanggapi negatif oleh Honda. Ia merasa keputusan JFA itu diambil hanya karena tidak ada kandidat lain yang dianggap layak atau siap menggantikan Moriyasu.
“Saya tahu ini akan kontroversial, tetapi biar saja saya bicara. Saya melihat berita mereka menawari Coach Hajime Moriyasu perpanjangan kontrak satu tahun,” cuit Honda via akun X @kskgroup2017, dikutip Kamis (2/7/2026).
“Tapi, itu tawaran untuk mengisi kekosongan belaka karena mereka tidak bisa mencari kandidat lain untuk pelatih berikutnya,” sembur mantan pemain AC Milan itu.
Karena itulah, Honda mengajukan ide gila. Ia menawarkan dirinya sebagai pelatih Timnas Jepang selama setahun ke depan. Bahkan, pria berusia 40 tahun itu siap mundur atau dipecat jika gagal di Piala Asia 2027!
“Lalu, kenapa kalian tidak mencoba saya untuk setahun (ke depan)? Jika kita gagal di Piala Asia, Anda bisa memecat saya tanpa ada bantahan. Saya siap untuk tantangan ini,” tandas Honda.
Terang saja, cuitan Honda itu jadi perdebatan. Ada warganet yang menyoroti kegagalannya saat menjadi manajer sekaligus pelatih di Timnas Kamboja.
Moriyasu sendiri sudah memimpin Timnas Jepang sejak 26 Juli 2018. Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah finis sebagai runner up Piala Asia 2019 usai kalah 1-3 dari Timnas Qatar di partai puncak.
(Wikanto Arungbudoyo)