Striker Timnas Pantai Gading Sempat Ditangkap Jelang Piala Dunia 2026 Terkait Dugaan Pengaturan Pertandingan

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Kamis 18 Juni 2026 19:10 WIB
Striker Timnas Pantai Gading Sempat Ditangkap Jelang Piala Dunia 2026 Terkait Dugaan Pengaturan Pertandingan (Instagram/@e.wahi7)
Share :

JAKARTA - Striker Timnas Pantai Gading, Elye Wahi, ternyata sempat ditangkap jelang Piala Dunia 2026. Ia ditangkap kepolisian Prancis terkait dugaan pengaturan pertandingan di Ligue 1. 

1. Ditangkap Jelang Piala Dunia 2026

Diketahui, Wahi saat ini memperkuat klub Liga Prancis Nice. 

"Striker Elye Wahi, yang bermain untuk Pantai Gading di Piala Dunia, ditangkap karena dugaan pengaturan skor di Marseille hanya beberapa minggu sebelum Piala Dunia dimulai," menurut laporan ABC News.

Ia ditahan dan dibebaskan tak lama kemudian. Investigasi ditangani jaksa di Marseille.

Melansir ESPN, Kamis (18/6/2026), penyelenggara Liga Prancis mengatakan pada Rabu, "jumlah taruhan yang tidak biasa" ditempatkan secara internasional pada Wahi yang menerima kartu kuning selama pertandingan Ligue 1 melawan Nice pada Mei 2026.

Striker Timnas Pantai Gading Elye Wahi (Instagram/@e.wahi7)

Dalam sebuah pernyataan, penyelenggara Liga Prancis mengatakan, mereka mendapat peringatan dari mitra yang memantau pasar taruhan tentang aktivitas taruhan yang mencurigakan di tingkat internasional terkait pertandingan kandang Nice melawan Metz pada 17 Mei. Pertandingan itu berakhir 0-0 dan Wahi mendapat kartu kuning. Itu merupakan pertandingan terakhir Liga Prancis.

"Peringatan ini berkaitan dengan jumlah taruhan yang tidak biasa yang ditempatkan pada peringatan [kartu kuning] yang diberikan kepada pemain Elye Wahi," kata Liga Sepak Bola Profesional (LFP) Prancis. 

LFP segera meneruskan informasi ini kepada polisi dan otoritas perjudian terkait, serta Federasi Sepak Bola Prancis. LFP juga telah mengambil langkah hukum sendiri.

"Sebuah pengaduan pidana terhadap orang-orang yang tidak dikenal telah diajukan atas dugaan tindakan yang berpotensi menjadi korupsi olahraga dan penipuan terorganisir," kata LFP, tanpa menyebut nama Wahi.

Sementara itu, perwakilan Wahi tidak segera menanggapi permintaan komentar.

 

Kurang dari dua minggu kemudian, Wahi membantu Nice yang sedang kesulitan bertahan di Ligue 1 ketika ia mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Saint-Etienne di leg kedua play-off promosi-degradasi mereka.

Wahi yang berusia 23 tahun bergabung dengan Nice dengan status pinjaman dari klub Jerman Eintracht Frankfurt pada  Januari. Ia mencetak sembilan gol dalam 18 pertandingan secara keseluruhan, membantu Nice mencapai final Piala Prancis.

Wahi pernah menjadi salah satu striker muda paling menjanjikan di Eropa. Klub-klub telah membayar biaya transfer total hampir 90 juta euro untuk merekrutnya.

Lens kemudian menjualnya ke Marseille seharga 25 euro juta pada musim berikutnya. Hanya 13 pertandingan liga kemudian, Wahi bergabung dengan Frankfurt dengan kontrak lima setengah tahun. Klub Jerman itu membayar €26 juta untuk mendapatkan jasa Wahi. Ia menciptakan satu gol dalam 25 pertandingan.

Diketahui, Wahi diturunkan sejak menit pertama saat Timnas Pantai Gading vs Ekuador pada Senin kemarin. Sepakannya sempat membentur tiang gawang Ekuador. Ia kemudian digantikan pada menit ke-56. 
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya