JAKARTA - Timnas Cape Verde membuat kejutan dalam debutnya di Piala Dunia 2026. Dalam laga debutnya itu, Timnas Cape Verde mampu menahan imbang Spanyol!
Dalam laga pertama Grup H Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat pada Selasa (16/6/2026) dini hari WIB, Spanyol membombardir pertahanan Cape Verde. Namun, hingga pertandingan berakhir, skor tetap 0-0.
Dengan hasil ini, Timnas Cape Verde mencatat prestasi dalam debutnya. Sepanjang sejarah gelara Piala Dunia, terdapat sejumlah negara yang bikin kejutan saat debutnya di panggung akbar 4 tahunan tersebut.
Berikut 5 negara debutan yang bikin kejutan di Piala Dunia, melansir laman FIFA, Selasa (16/6/2026):
Islandia tidak lolos dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2018, tetapi skuadnya memberikan sesuatu yang bisa dirayakan oleh para pendukung. Pasalnya, pada pertandingan pembuka, Islandia mampu menahan imbang Argentina dengan skor 1-1. Tim Tango merupakan runner-up Piala Dunia sebelumnya.
Sebagai bagian dari Cekoslowakia, para pemain sepak bola Slovakia di masa lalu telah bertanding dan kalah di final Piala Dunia – termasuk pada tahun 1934 melawan Italia.
Namun bagi tim Slovakia, Piala Dunia Afrika Selatan 2010 menjadi panggung global pertama mereka sebagai negara merdeka. Mereka membuat jejak dengan kemenangan yang tak terlupakan atas Italia.
Membutuhkan tiga poin dari pertandingan grup terakhir mereka untuk mencapai Babak 16 Besar, mereka mengejutkan juara bertahan dengan menang 3-2 di Ellis Park. Roberto Vittek (2) dan Kamil Kopunek mencetak gol.
Pertandingan Piala Dunia pertama Senegal adalah laga pembuka Piala Dunia Korea/Jepang 2002 di Seoul melawan Prancis. Saat itu, Prancis merupakan juara bertahan dunia dan Eropa bertahan. Prancis juga merupakan negara yang memiliki sejarah kolonial bersama dengan Senegal.
Apa yang terjadi tak terlupakan. Senegal meraih kemenangan 1-0 berkat gol Papa Bouba Diop di babak pertama, yang dicetak pada percobaan kedua. Itu menjadi awal perjalanan panjang anak asuh Bruno Metsu yang mengalahkan Swedia dengan gol emas di babak 16 besar sebelum akhirnya kalah dari Turki di perempat final.
Pak Doo-Ik mengukir namanya dalam sejarah dengan satu-satunya gol. Mereka kemudian membuat Portugal ketakutan di Goodison Park pada perempat final, unggul 3-0 sebelum kebangkitan yang dipimpin Eusebio mengakhiri petualangan mereka.
(Erha Aprili Ramadhoni)