Sementara itu, Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) menegaskan keikutsertaan di Spanyol tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir. Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus futsal nasional yang lebih kompetitif.
Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Futsal Indonesia, Andri Paranoan, menekankan seluruh program yang dijalankan berfokus pada proses pengembangan pemain. Menurutnya, peningkatan peringkat dan sejumlah prestasi yang diraih futsal Indonesia merupakan hasil dari konsistensi menjalankan program pembinaan.
"Oleh karena itu berorientasi kepada proses, dan program-program yang sudah kami jalankan orientasinya juga kepada proses, hasilnya teman-teman bisa lihat ranking untuk putra juga meningkat, terus juga beberapa event sudah bisa menghasilkan gelar, tapi kembali lagi orientasinya adalah pada proses," ujar Andri.
Selain mempersiapkan tim untuk bertanding, program Timnas Futsal Indonesia U-17 juga dimanfaatkan sebagai sarana berbagi ilmu bagi pelatih futsal dari berbagai daerah. Selama pemusatan latihan berlangsung, para pelatih lokal diberi kesempatan mengamati langsung sesi latihan dan analisis tim.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan futsal usia muda di tingkat akar rumput. Dengan semakin banyak pelatih yang memperoleh akses terhadap metode pembinaan modern, Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta yang siap bersaing di level internasional dan mendukung target menuju Piala Dunia Futsal 2028.
(Wikanto Arungbudoyo)