ADA hal unik dari skuad Brasil yang diumumkan pelatih Carlo Ancelotti pada Senin (18/5/2026) di Museum of Tomorrow, Rio de Janeiro.
Di antara daftar 26 nama yang siap bertarung di Piala Dunia 2026, terselip satu nama yang perjalanannya menuju Selecao bukan sekadar kisah karier biasa atau bisa dibilang berbeda dari yang lain.
Ya, Douglas Santos. Nama itu seolah tak mencolok di antara pemain terkenal lainnya seperti Vinicius Jr., Neymar, Raphinha, dan Bruno Guimaraes.
Tapi di balik nama sang bek kiri Zenit Saint Petersburg itu, tersimpan pilihan paling berani yang pernah dibuat seorang pemain Brasil di tanah Rusia: menolak tawaran membela Timnas Rusia, demi tetap menjaga mimpinya bermain untuk negara kelahirannya di Piala Dunia.
Dan mimpi itu kini menjadi kenyataan.
Bek tangguh kelahiran João Pessoa, Paraíba, Brasil itu menandatangani kontrak dengan Zenit Saint Petersburg pada 4 Juli 2019.
Douglas Santos bergabung bersama Zenit dari Hamburger SV dengan kontrak lima tahun. Adapun klub top dunia yang pernah dibela yaitu: Granada di La Liga, Udinese di Serie A, Atletico Mineiro di Brasil, hingga tiga musim di Bundesliga bersama Hamburger SV.
Di penghujung musim 2025-26, ia bahkan baru saja mengangkat trofi Liga Rusia untuk keenam kalinya bersama Zenit, sebuah prestasi luar biasa yang menjadikannya salah satu pemain paling berjasa dalam sejarah klub.
Pada 21 Oktober 2024, Douglas Santos secara resmi mendapatkan kewarganegaraan Rusia.
Ini bukan hal yang mengejutkan setelah lima tahun lebih menetap di negara itu, tinggal bersama keluarganya di St. Petersburg, dan menjadi bagian integral dari kehidupan sosial dan sepak bola Rusia, jalur kewarganegaraan memang terbuka lebar.
Pada 3 Maret 2025, Santos sempat mengalihkan kewarganegaraan ke Rusia dan menerima panggilan dari tim nasional Rusia untuk laga uji coba melawan Zambia, meskipun tiga hari sebelumnya namanya sudah masuk dalam daftar pra-seleksi Brasil untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Kolombia dan Argentina.