PELATIH Tim Nasional (Timnas) Brasil, Carlo Ancelotti membuat kejutan dengan memanggil Neymar Jr dalam skuad untuk Piala Dunia 2026. Pemain berusia 34 tahun tersebut memang tidak disangka bakal terpilih untuk membantu Brasil dalam mengarungi Piala Dunia yang digelar pada 11 Juni sampai 19 Juli 2026 mendatang.
Ya, setelah berbulan-bulan berjuang membuktikan kelayakannya demi masuk ke dalam rencana sang pelatih, penyerang legendaris yang kini membela Santos tersebut akhirnya mendapatkan kepastian. Ancelotti memilih memberikan kesempatan panggung terakhir bagi Neymar di turnamen akbar empat tahunan ini.
Sebagai salah satu tim favorit yang mengincar trofi keenam mereka di tanah Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko), Brasil memikul beban sejarah besar. Mereka belum pernah lagi menginjakkan kaki di partai final sejak terakhir kali menjadi juara pada tahun 2002.
Setelah didepak oleh Kroasia di Qatar empat tahun lalu, kali ini armada Ancelotti akan memulai perjuangan mereka di fase grup melawan Maroko, Haiti, dan Skotlandia di Grup C.
Pada sektor pertahanan, Ancelotti mengandalkan kombinasi pengalaman dan ketangguhan fisik. Duo bek tengah utama, Gabriel Magalhaes dan Marquinhos, diprediksi akan menjadi pilihan pertama di jantung pertahanan, meskipun atmosfer pertemuan mereka mungkin sedikit canggung karena salah satu dari mereka akan saling mengalahkan di final Liga Champions akhir Mei nanti.
Sektor bek sayap masih dipercayakan kepada para veteran seperti Danilo dan Alex Sandro yang kini berseragam Flamengo, didampingi oleh bek Serie A, Bremer dan Wesley. Sementara itu, di pos penjaga gawang, Alisson Becker tetap menjadi pilihan utama meski sempat diganggu cedera di akhir musim bersama Liverpool. Ia akan bersaing dengan Ederson yang kini merumput di Turki bersama Fenerbahce.
Bergeser ke lini tengah, Ancelotti tampaknya sengaja menghemat kuota pemain demi menumpuk amunisi di lini serang. Hanya ada lima gelandang yang dipanggil, di mana nama Casemiro diprediksi akan memegang peran sentral.
Hubungan masa lalunya yang erat dengan Ancelotti semasa di Real Madrid menjadi modal kuat bagi pemain Manchester United ini untuk mengunci posisi starter, bersaing ketat dengan Bruno Guimaraes dan Fabinho.