"Salah satu diskusi yang disampaikan oleh Bapak Presiden, Pak Prabowo Subianto, dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron bagaimana diplomasi olahraga Indonesia dan Prancis dipererat," jelas Erick Thohir.
"Kami, Kementerian Pemuda dan Olahraga sekarang sedang diskusi dengan pihak Kedutaan Prancis, bagaimana bisa men-develop banyak olahraga," tambahnya.
Sebagai implementasi perdana, sebanyak 20 pemain Timnas Putri Indonesia U-17 beserta lima pelatih dijadwalkan bertolak ke Prancis. Mereka akan menjalani pelatihan imersif di pusat sepak bola legendaris, INF Clairefontaine, pada 3-9 Mei 2026 mendatang untuk mendalami metodologi taktis khas FFF.
"Satu minggu kurang lebih mereka di sana. Mereka akan berlatih enam kali dan uji coba satu kali," kata Anggota Exco PSSI Vivin Cahyani.
Selain pengiriman pemain ke Eropa, program ini juga menyentuh level akar rumput secara masif. Sebanyak 400 pemain putri usia dini (7-12 tahun) telah mengikuti Coaching Clinic - Grassroots Festival di Bandung pada 11-12 April 2026, yang juga dibarengi dengan program peningkatan kapasitas bagi 60 pelatih lokal.
Tidak hanya terpaku pada aspek teknis di lapangan, kolaborasi PSSI x FFF juga menyasar penguatan manajemen olahraga. Hal ini diwujudkan melalui Garuda Academy Executive Programme yang fokus pada lokakarya manajemen olahraga bagi kaum hawa.
(Rivan Nasri Rachman)