SHIN Tae-yong mengatakan VO2 max pemain-pemain Timnas Indonesia yang dilatihnya pada awal 2020, berada di angka 30. Menurut Shin Tae-yong, VO2 max itu setara anak-anak Sekolah Dasar (SD).
Bagi yang belum tahu, VO2 Max adalah indikator yang menunjukkan volume maksimal oksigen yang dapat digunakan tubuh selama aktivitas fisik yang intens. VO2 Max menjadi indikator sejauh mana seorang pesepakbola bisa bertahan dalam sebuah pertandingan.
“Waktu awal training camp Timnas Indonesia, saya melakukan mid test. Sebagai seorang pemain, seharusnya rata-rata VO2 Max di angka 60 lebih. Tetapi, saat itu ketika dites, mereka cuma berada di bawah 30 dan ada juga yang 35,” kata Shin Tae-yong, Okezone mengutip dari channel YouTube Vindes, Minggu (12/4/2026).
“Biasanya 30 itu untuk pemain-pemain level SD dan SMP bisa mungkin 35. Untuk SMA mungkin bisa 40-50. Pemain-pemain itu memang malas lari dan gampang menyerah. Pemain-pemain itu akhirnya pelan-pelan disingkirkan (dari Timnas Indonesia),” lanjut Shin Tae-yong.
Setelah itu, Shin Tae-yong melakukan keputusan ekstrem, yakni melakukan potong generasi. Banyak pesepakbola kelahiran 1990-an akhir dan awal 2000-an yang dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia.
Beberapa pemain yang dimaksud adalah Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Rizki Ridho, Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri. Dengan skuad yang lebih muda, Shin Tae-yong lebih mudah menanamkan filosofi bermainnya.