Hal itu jadi perhatian Infantino. Ia mengaku FIFA tak punya kekuatan untuk mengakhiri konflik geopolitik. Namun, pihaknya akan menggunakan sepakbola dan Piala Dunia sebagai jembatan perdamaian.
"Kami punya jadwal. Kami ingin Piala Dunia FIFA berjalan sesuai jadwal. FIFA tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik," ucap Infantino dalam pernyataannya, dikutip dari Daily Mail, pada Jumat (20/3/2026).
"(Tapi) kami berkomitmen untuk menggunakan kekuatan sepakbola dan Piala Dunia FIFA untuk membangun jembatan dan mempromosikan perdamaian karena pikiran kami bersama mereka yang menderita akibat perang yang sedang berlangsung,” tegas pria berpaspor Swiss itu.
(Wikanto Arungbudoyo)