Selain teknologi yang disesuaikan, jersey ini juga menawarkan desain spesial. Jersey kandang terinspirasi dari jersey Timnas Indonesia tahun 1999, sementara jersey tandang dilengkapi dengan tenun batik yang unik.
"Kami melihat bahwa batik ini suatu warisan yang memang sudah besar ya, melegenda juga buat Indonesia. Dan kami mengutamakan pertama dari situ, karena kami melihat bahwa warisan ini yang paling banyak inspirasinya dan juga bisa menjadi storytelling buat kita sampaikan ke luar sana," ujar CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya.
Nantinya, jersey ini akan digunakan perdana dalam laga Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Ajang itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 27 dan 30 Maret 2026.
Skuad Garuda akan berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis di semifinal turnamen itu. Pemenang laga tersebut akan bersua dengan Bulgaria atau Kepulauan Solomon di partai final.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berharap jersey baru ini mendatangkan keberuntungan untuk Timnas Indonesia. Erick juga menyorot motif batik yang spesial untuk jersey tandang.
"Ya. Tanggal 27 dan 30. Ya, pelatih baru, jersey baru, semangat baru. Tinggal hokinya baru nggak, nanti kita lihat," tutur Erick.
"Ya tapi saya menggelitik tadi (tanya) kenapa pakai batik? Ya karena batik memang punya kita, gitu loh. Nggak boleh diklaim sama bangsa lain. Itu yang saya rasa apresiasi, bahwa kita menonjolkan batik ini ya memang punya Indonesia, gitu," pungkasnya.
(Djanti Virantika)