Erick menilai, desain jersey kandang ini telah menggambarkan identitas bangsa. Apalagi, adanya perpaduan tenun membuat jersey semakin istimewa. Namun, dia belum mau berkomentar lebih jauh soal kualitas bahan jersey itu.
"Saya melihat perdana hari ini. Ini dari perspektif saya. Mencerminkan sebuah warna bangsa kita, ya tentu merah dan putih. Tetapi ada nilai-nilai kebudayaan di situ. Kalau merah itu kan kaya tenun. Ya, tenun, dia ada garis-garis," kata Erick kepada awak media, termasuk Okezone di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
"Saya rasa tidak terlalu ramai. Jadi kombinasi merah putihnya masih terlihat baik, gitu. Tapi kalau tadi saya cek dengan para pemain yang pakai, memang kualitasnya bagus karena ringan. Nanti silakan tanya Coach yang lebih ahli," tambahnya.
Sedangkan untuk jersey tandang, Erick menyangka awalnya mempunyai desain polos. Tetapi, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu terkejut dengan adanya sentuhan batik spesial di jersey tersebut.
"Yang putih, awalnya kayaknya plain. Maksudnya polos. Tetapi begitu didekatkan ternyata ada motif batiknya. Yang saya rasa, tadi saya tanya, "Nih, motif batiknya kalau ditiru gimana?" Ternyata dipatenin katanya. Karena spesial, gitu. Spesialnya apa, saya nggak tahu. Cuma bagus, warna putihnya dan badge-nya juga agak berubah sedikit. Saya rasa bagus lah, positif," tutur Erick.
"Cuma nanti biar pemain dan pelatih yang menilai. Karena yang pasti, desain bagus tapi kualitas tidak mumpuni, itu yang bahaya. Ya, dan saya rasa tadi untuk sementara semua pemain positif," tambahnya.
Nantinya, jersey ini akan digunakan perdana dalam laga Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Ajang itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 27 dan 30 Maret 2026.
Skuad Garuda akan berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis di semifinal turnamen itu. Pemenang laga tersebut akan bersua dengan Bulgaria atau Kepulauan Solomon di partai final.
(Djanti Virantika)