MASYARAKAT Malaysia ternyata mulai jengah dengan kasus pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Mereka meyakini sepakbola di Negeri Jiran akan terus korup!
Kasus pemalsuan dokumen naturalisasi yang menjerat 7 pemain Timnas Malaysia itu berlangsung sejak 2025. Mereka adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, Hector Hevel.
FIFA sempat menjatuhkan sanksi berat kepada 7 pemain tersebut. Mereka masing-masing dijatuhi denda 2.000 Franc Swiss (setara Rp43 juta) plus larangan beraktivitas apa pun di dunia sepakbola selama 12 bulan.
Para pemain itu didakwa bersalah memalsukan dokumen dan melanggar ketentuan naturalisasi FIFA. Ketujuh pesepakbola tersebut terbukti tidak memiliki darah keturunan Malaysia sehingga tidak diizinkan membela Harimau Malaya.
Kasus tersebut membuat masyarakat Malaysia jengah. Akun X @OnefootballM bahkan meyakini sepakbola di negaranya akan terus korup jika pelaku sesungguhnya tidak diusut tuntas.
“Hanya di Malaysia. Pemain bisa bermain di liga domestik sebagai warga negara Malaysia tetapi tak layak bermain di level internasional karena warga negara tidak sah,” cuit akun tersebut, dikutip Sabtu (7/3/2026).
“Selama individu yang memulai (kasus) pemalsuan dokumen ada di skena sepakbola Malaysia, bola Malaysia akan terus korup,” imbuh cuitan tersebut.
Dalam cuitan berbeda, akun tersebut dengan sarkas mendesak agar petinggi-petinggi klub di Malaysia untuk membawa lebih banyak pemain asing ke negaranya. Siapa tahu mereka juga bisa dinaturalisasi!
“(Kami) mengharapkan CEO Selangor FC, NSFC, atau Terengganu FC memohon kepada JPN atau Menteri KDN untuk membawa Julian Alvarez, Vinicius Jr, dan Luis Diaz mendapatkan kewarganegaraan Malaysia dan boleh bermain bersama klub-klub mereka,” cuit akun tersebut.
Untungnya, ketujuh pemain itu mendapat keringanan hukuman dari CAS. Sanksi tetap berlaku tapi mereka boleh ikut berlatih atau melakukan kegiatan lain yang berkaitan dengan sepakbola di level klub.
(Wikanto Arungbudoyo)