Jika Irak dan negara-negara tetangganya di Timur Tengah seperti UEA tidak dapat berpartisipasi karena alasan keadaan tersebut, FIFA kemungkinan besar harus mencari tim pengganti dari zona Asia yang memiliki peringkat terbaik di bawah mereka namun tidak terdampak konflik secara geografis.
Di sinilah nama Indonesia muncul sebagai kandidat yang secara logistik jauh lebih siap dan aman untuk diberangkatkan menuju Meksiko. Apalagi Timnas Indonesia pun merupakan salah satu peserta di putaran keempat, namun tersingkir usai kalah saing dari Irak dan Arab Saudi.
Kendati demikian, Federasi Sepak Bola Irak sendiri menyatakan telah berkomunikasi intensif dengan FIFA dan AFC mengenai situasi ini.
Sementara itu, dunia menunggu keputusan resmi badan sepak bola dunia tersebut. Jika skenario ini terwujud, Timnas Indonesia bisa mencatat sejarah luar biasa dengan menggantikan posisi Irak di babak play-off.
(Rivan Nasri Rachman)