Satu-satunya Keuntungan Timnas Indonesia Setelah Banyak Pemain Diaspora Main di Super League 2025-2026

Andika Rachmansyah, Jurnalis
Senin 02 Maret 2026 04:05 WIB
Timnas Indonesia sedikit diuntungkan dengan banyaknya pemain diaspora main di Super League 2025-2026. (Foto: PSSI)
Share :

SEJUMLAH pemain diaspora Timnas Indonesia saat ini berkarier di kompetisi Super League 2025-2026. Apakah fenomena tersebut menjadi keuntungan bagi skuad Garuda menjelang Piala AFF 2026?

1. Total 10 Pemain Diaspora Putuskan Pulang ke Indonesia di Musim 2025-2026

Kehadiran pemain naturalisasi di Super League musim ini menjadi fenomena menarik. Sebab, total ada 10 pemain naturalisasi yang melanjutkan kariernya di dalam negeri. 

Dion Markx gabung Persib Bandung di awal 2026. (Foto: Instagram/@dion.markx)

Awal musim ada lima pemain diaspora yang memilih berkarier di Super League 2025-2026, yakni Jordi Amat, Eliano Reijnders, Thom Haye, Rafael Struick, dan Jens Raven. Kemudian jumlahnya bertambah lima pada bursa transfer paruh musim. Pemain naturalisasi yang ‘pulang kampung’ pada periode itu adalah Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, Dion Markx, dan Cyrus Margono. 

Eksodus pemain diaspora Indonesia kembali ke Tanah Air boleh dikatakan menjadi berkah tersendiri bagi Timnas Indonesia. Terkhusus ketika Skuad Garuda melakoni agenda di luar kalender FIFA seperti Piala AFF 2026. Sebab, pelatih John Herdman bisa memanggil para pemain tersebut tanpa perlu memikirkan bakal dilepas klubnya atau tidak. 

Meski demikian, pengamat sepakbola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai eksodus pemain diaspora tersebut tidak membuat Timnas Indonesia banyak diuntungkan. Keuntungan yang akan sangat terasa adalah, para pemain dapat berkumpul lebih cepat dan sudah tidak perlu lagi beradaptasi dengan cuaca. 

“Keuntungannya tidak banyak. Timnas hanya diuntungkan saat TC,” kata Kesit kepada Okezone, Senin (2/3/2026).

“Para pemain diaspora yang berkiprah di Super League lebih mudah dikumpulkan dan sudah bisa langsung beradaptasi. Mereka lebih cepat menyatu dengan iklim sepakbola nasional, khususnya dengan pemain-pemain timnas yang berasal dari klub Super League,” sambung Kesit.

 

2. Butuh Waktu Tambahan jika Timnas Indonesia Ambil Pemain dari Luar Negeri

Lain cerita ketika mereka masih berkarier di luar negeri. Tentu dibutuhkan waktu lebih untuk bisa berkumpul ke pemusatan latihan dan membangun chemistry dalam tim. 

“Berbeda ketika mereka masih bermain di luar, di mana mereka butuh waktu untuk tiba di Indonesia. Belum lagi adaptasi cuaca serta membangun chemistry,” terang dia. 

Agenda terdekat Timnas Indonesia adalah FIFA Series 2026 di Indonesia. Turnamen mini yang diikuti empat negara konfederasi yang berbeda itu rencananya akan bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 27-30 Maret 2026.

Empat negara yang ambil bagian dalam seri di Indonesia adalah Timnas Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis. Skuad Garuda akan menghadapi St. Kitts and Nevis di SUGBK pada 27 Maret 2026. Jika menang, pasukan John Herdman akan lolos ke partai puncak dan menghadapi pemenang laga antara Kepulauan Solomon versus Bulgaria pada Senin, 30 Maret 2026.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya