Lebih lanjut, Michael menjelaskan tanggung jawab FFI bukan sekadar mempertahankan prestasi Timnas Futsal Indonesia, tetapi juga memastikan visi sang pelatih dapat terfasilitasi dengan baik. Dia mencontohkan visi tersebut antara lain diwujudkan melalui upaya membawa Skuad Garuda menghadapi lawan-lawan kelas dunia.
"Bahkan kami di federasi punya tugas bisa memfasilitasi. Bukan sekadar mempertahankan, tapi memfasilitasi visi Coach Hector mengembangkan Timnas seperti apa, butuh apa," tuturnya.
"Contoh tadi saya sebut, kami ingin bisa ke Spanyol, kita ingin bisa melawan Brasil. Sebenarnya ini tuntutan atau harapan dari siapa? Bukan cuma dari saya. Tapi karena memang kalau Coach Hector bilang, kalau Timnas kita mau naik kelas, ya kami harus terbiasa dengan permainan-permainan di tingkat dunia," pungkas Michael.
Pergantian pelatih di tengah jalan merupakan sebuah kekhawatiran yang terus menghantui pencinta olahraga tanah air. Ini berkaca pada dinamika sepak bola nasional, merujuk pada pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia di tengah momentum krusial yang sempat terjadi sebelumnya.
(Rivan Nasri Rachman)