Kehadiran Vickery diproyeksikan menjadi solusi bagi lini serang Indonesia yang membutuhkan penyegaran. Selain berupaya mendekati nama-nama besar di Eropa seperti Pascal Struijk atau Jenson Seelt untuk lini belakang, sektor sayap dan penyerangan menjadi prioritas Herdman guna menghadapi jadwal padat di tahun 2026, mulai dari FIFA Series hingga Piala AFF.
Vickery diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam skema taktik Herdman yang menuntut kecepatan dan kreativitas. Dengan proses komunikasi yang sudah mulai terbuka, publik kini menanti apakah pemain Macarthur FC ini akan menjadi gerbong pemain keturunan pertama yang dinaturalisasi pada era kepemimpinan pelatih asal Inggris tersebut.
Mengingat ambisi besar Herdman untuk membawa Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030, pemain muda potensial seperti Luke Vickery bisa menjadi aset jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan sepak bola Tanah Air.
(Rivan Nasri Rachman)