Nama kedua ada Benny Dollo. Saat memimpin Timnas Indonesia jelang turun di Piala AFF 2008, Benny Dollo mencoret Boaz Solossa dari skuad yang diproyeksikan tampil di ajang dua tahunan tersebut. Padahal, Boaz Solossa sedang tajam-tajamnya saat itu dan terbukti finis sebagai top skor Liga Super Indonesia 2008-2009 dengan koleksi 28 gol dari 31 laga.
"Keinginan pelatih memang berbeda-beda satu sama lain. Sebab, setiap pelatih memiliki sistem yang berbeda-beda," kata Benny Dollo saat itu soal pencoretan Boaz Solossa.
Terakhir ada Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan ini beberapa kali mengabaikan top skor Liga Indonesia 2021-2022 yang berdarah Montenegro, Ilija Spasojevic.
“Ilija Spasojevic sempat saya panggil beberapa kali untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. Saat ini, performa Spasojevic di Liga 1 cukup baik," kata Shin Tae-yong pada Oktober 2021.
"Namun, pergerakan yang saya inginkan dengan gaya permainan ia itu berbeda. Ia juga sudah berumur. Saya mengakui kemampuan Ilija Spasojevic," lanjut Shin Tae-yong.
Meski begitu, pada akhirnya Shin Tae-yong memanggil Ilija Spasojevic untuk membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022. Namun, Ilija Spasojevic saat itu hanya diperankan sebagai pelapis dari Dendy Sulistyawan.
(Ramdani Bur)