“Kan persaingannya terlalu ketat, di Belanda itu tidak hanya 22 pemain jagoan, tapi pemain timnasnya 22. Bisa 100, 1.500, enggak jauh beda kesetaraannya. Nah, mereka untuk bertarung ke timnasnya kan berat, ini ada peluang untuk bisa juga. Itu juga satu kesempatan bagi mereka ada peluang. Ini dari sisi karier ya,” jelas Arya.
“Dari sisi yang lain ya itu, karena dia punya darah Indonesia. Jadi banyak, tidak hanya satu faktor. Faktor kebangsaannya ada, ada faktor opportunity untuk kesempatan. Misalnya seperti ini, Rafael tuh masih muda, bisa enggak dia masuk tim Olimpiade Belanda? Sekarang bisa enggak? Makin banyak enggak pemain naturalisasi yang pengen masuk Indonesia? Makin banyak, ini memang Indonesia makin menarik,” sambung Arya.
Ya, PSSI memang cukup gencar melakukan proyek naturalisasi. Semua itu dilakukan agar Timnas Indonesia bisa terbang lebih tinggi hingga level dunia. Sejauh ini, sudah ada banyak pemain keturunan yang memperkuat Skuad Garuda.
Di antaranya, ada Jordi Amat, Thom Haye, Jay Idzes, Ivar Jenner, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Justin Hubner, Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe-A-On, dan yang terbaru Maarten Paes. Kehadiran mereka tentunya membuat Timnas Indonesia kini makin tangguh.
(Djanti Virantika)