KISAH skandal memalukan Samuel Etoo menarik untuk diulas. Pasalnya, mantan pemain Inter Milan itu terkena kasus pencurian umur bersama dengan Federasi Sepakbola Kamerun (Fecafoot).
Samuel Etoo memang menjadi salah satu pemain terbaik asal Afrika semasa bermain. Sederet tim besar, seperti Barcelona hingga Inter Milan, menjadi tim yang berjaya saat memakai jasanya.
Sayangnya, hal sebaliknya justru yang terjadi saat Etoo pensiun dan menjadi Ketua Umum Federasi Sepakbola Kamerun (Fecafoot) sejak 2021. Alih-alih membangun sepakbola negaranya menjadi lebih baik, ia justru terlibat banyak skandal.
Mulai dari skandal pengaturan skor, menghasut melakukan kekerasan, hingga mempromosikan judi. Terbaru, Etoo kembali terlibat dalam skandal pencurian umur para pemain asal Kamerun.
Melansir Le Journal Del Afrique, Fecafoot yang dipimpin oleh Samuel Etoo mengumumkan daftar 62 pemain Liga Kamerun yang terlibat kasus pemalsuan dokumen untuk mencuri umur. Hal ini membuat para pemain tersebut dikeluarkan dari babak playoff liga MTN Elite One.
Di antara 62 pemain yang diskors, nama Wilfried Nathan Douala menjadi yang paling menjadi sorotan. Gelandang tim Victoria United ini dikabarkan lahir pada 15 Juli 2006 atau baru berusia 17 tahun. Namun, secara postur dan sebagainya, ia jelas tidak semuda itu.
Parahnya, Douala menjadi salah satu pemain yang dibawa oleh pelatih Rigobert Song untuk mewakili Kamerun di ajang Piala Afrika 2024. Ajang itu berlangsung pada Januari 2024.
Tercatat, hanya ada 4 tim Liga Kamerun yang lolos dari pemeriksaan dokumen terkait pencurian umur ini. Dengan kata lain, hanya empat tim ini yang dapat menyelesaikan musim dengan skuad penuh.
Mereka adalah tim Coton Sport dari Garoua, Canon dari Yaounde, Stade Renard dari Melong, dan Aigle Royal dari Manoua.
Akibat skandal ini, saat ini Samuel Etoo selaku Ketua Umum Fecafoot tengah dalam penyelidikan Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) terkait keterlibatannya dalam skandal ini. Terlebih, karena track record buruknya dengan banyak skandal.
Sebagai informasi, kasus pencurian umur di Afrika bukanlah sebuah hal yang baru. Hal ini karena banyak negara di luar Afrika yang kesulitan untuk usia sebenarnya dari seseorang yang dimanfaatkan untuk pencurian umur.
(Djanti Virantika)