SHIN Tae-yong dituntut segera belajar bahasa Indonesia. Hal itu disuarakan pengamat sepakbola asal Indonesia, Justin Lhaksana.
Coach Justin –sapaan akrab Justinus Lhaksana– menilai Shin Tae-yong tidak memiliki kekurangan dalam hal teknis selama empat tahun menangani Timnas Indonesia. Namun, coach Justin yang besar di Belanda ini menilai, ada beberapa kelemahan Shin Tae-yong di faktor non teknis, salah satunya dari segi bahasa.
Selama empat tahun berada di Indonesia, Shin Tae-yong sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Selama ini ketika berinteraksi dengan pemain Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dibantu penerjemah Jeong Seok-seo.
Sementara ketika berinteraksi dengan pemain yang berbahasa Inggris seperti Elkan Baggott, Shayne Pattynama dan lain-lain, Shin Tae-yong dibantu analis pertandingan, Kim Jong-jin.
Karena itu, coach Justin mendorong Shin Tae-yong untuk segera belajar bahasa Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia oleh Shin Tae-yong bakal menciptakan komunikasi yang efektif di skuad Timnas Indonesia.
“Dia (Shin Tae-yong) sudah empat tahun di sini. Oke, kerjanya dipotong 1,5 tahun karena Covid, atau 2 tahun lebih. Tapi, dia enggak bisa bahasa Indonesia dan itu menjadi masalah,” kata coach Justin, Okezone mengutip dari YouTube Justinus Lhaksana.