Kerja Nyata Shin Tae-yong di Balik Hujatan Local Pride kepadanya

Cahyo Yulianto, Jurnalis
Selasa 05 September 2023 20:47 WIB
Kerja nyata Shin Tae-yong di balik hujatan local pride kepadanya. (Foto: PSSI)
Share :

HASIL kerja nyata Shin Tae-yong di balik hujatan local pride kepadanya menarik untuk diulas. Hingga detik ini, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, masih mendapat kritik dari sebagian pihak.

Kritik ini dilontarkan kepada pelatih asal Korea Selatan itu lantaran Shin Tae-yong belum memberikan trofi untuk Timnas Indonesia. Terbaru, Shin Tae-yong gagal mengantarkan Timnas Indonesia U-23 meraih trofi Piala AFF U-23 2023.

Di Piala AFF U-23 2023, Ramadhan Sananta dan kolega dikalahkan Timnas Vietnam U-23 melalui drama adu penalti dengan skor 5-6 di partai puncak. Kekalahan ini menjadi kedua kalinya Shin Tae-yong tumbang di final bersama skuad Garuda.

Sebelumnya, ia juga gagal membawa Timnas Indonesia memenangkan Piala AFF 2020 setelah ditumbangkan Thailand dengan agregat 2-6 di partai puncak. Dengan kegagalan itu, tak ayal banyak yang mengkritik kinerja Shin Tae-yong. Hal itu diperparah dengan Indra Sjafri yang membawa Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas SEA Games setelah 32 tahun lamanya.

Meski belum sekalipun menggondol trofi, Shin Tae-yong bukan tanpa prestasi. Bahkan, eks pelatih Timnas Korea Selatan itu mencatatkan prestasi yang belum pernah dilakukan pelatih tim nasional mana pun.

Prestasi pertama Shin Tae-yong adalah berhasil meloloskan Timnas Indonesia ke putaran final Piala Asia. Tidak hanya sekali, Shin Tae-yong melakukannya sebanyak dua kali.

Pertama, Coach Shin Tae-yong meloloskan Timnas Indonesia Senior setelah tampil perkasa di babak kualifikasi. Saat itu di babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan secara luar biasa mengalahkan Kuwait dengan skor 2-1 dan Nepal 7-0, serta hanya kalah 0-1 dari Yordania.

Berkat hasil itu, skuad Garuda keluar sebagai salah satu runner-up terbaik yang lolos ke putaran final Piala Asia 2023 yang digelar pada Januari 2024 di Qatar. Berikutnya, giliran Timnas Indonesia U-20 yang diantar Shin Tae-yong ke Piala Asia U-20 2023. Secara luar biasa, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan menggilas Vietnam, Timor Leste, dan juga Hong Kong di kualifikasi.

Kini, Shin Tae-yong berkesempatan mengantarkan Timnas Indonesia U-23 ke jalur yang sama. Ia akan memimpin Timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 2024 untuk menghadapi Taiwan dan Turkmenistan pada tanggal 9 dan 12 September 2023.

Jika misi itu terpenuhi, maka Shin Tae-yong akan menjadi pelatih tim nasional pertama yang meloloskan Timnas Indonesia U-23 ke putaran final Piala Asia, sekaligus pelatih pertama yang membawa Indonesia ke Piala Asia di tiga kelompok umur berbeda.

Selain meloloskan Timnas Indonesia ke putaran final Piala Asia, Shin Tae-yong juga berhasil membentuk pondasi kukuh di skuad Timnas Indonesia. Seperti diketahui, saat baru mulai menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong melakukan gebrakan dengan melakukan pemotongan generasi. Saat itu, Shin Tae-yong tidak memanggil pemain senior yang kenyang pengalaman.

Ia lebih memilih pemain-pemain muda yang berpotensi. Meski sempat menuai kecaman, cara Shin Tae-yong mulai terlihat di tahun ini.

Hal ini terlihat dari kedalaman skuad Timnas Indonesia U-23 yang banyak dihuni pemain dengan jam terbang tinggi di Timnas Indonesia senior seperti Pratama Arhan, Elkan Baggot, Marselino Ferdinan, dan lain sebagainya.

Secara tidak langsung, Shin Tae-yong telah membangun pondasi untuk Timnas Indonesia di masa mendatang. Dengan begitu, dapat dipastikan Timnas Indonesia ke depan akan menjadi skuad yang sangat matang.

Hal tersebut semakin diperkuat dengan program naturalisasi yang dilakukan Shin Tae-yong. Alih-alih menaturalisasi pemain-pemain yang moncer di Liga Indonesia seperti yang dilakukan pendahulunya, Shin Tae-yong memilih menaturalisasi pemain keturunan yang punya kualitas.

(Jordi Amat, pemain keturunan Grade A yang kini perkuat Timnas Indonesia)

Terbukti, pemain yang dinaturalisasi di era Shin Tae-yong pun tepat sasaran. Contohnya ada Jordi Amat. Dengan skill dan pengalamannya di Eropa, eks pemain Swansea City itu dapat menularkannya kepada pemain muda seperti Rizky Ridho yang kerap menjadi tandemnya.

Selain itu, ada pula nama-nama seperti Elkan Baggot, Ivar Jenner, hingga Rafael Struick yang masih berusia 20-an tahun. Otomatis, mereka dapat dijadikan andalan masa depan Timnas Indonesia.

Itulah hasil kerja nyata Shin Tae-yong di balik hujatan dari local pride kepadanya. Menarik menantikan kembali prestasi apa yang akan diukir Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya