Tendangan itu pun hampir tidak masuk lantaran keadaan lapangan yang tidak rata. Beruntung, pantulan bola tidak terlalu keras sehingga bola tetap berhasil masuk ke dalam gawang dan menjadi sebuah gol.
Sayangnya, meski tendangan fenomenal Pato itu berhasil menjadi gol. Skuad Maung Bandung yang kala itu dilatih oleh Arcan Iurie tetap harus kalah adu penalti dengan skor 4-3.
Pato sendiri terbilang hanya satu tahun berseragam Persib. Pada musim berikutnya, Pato berpindah-pindah ke berbagai tim mulai dari PSMS Medan, Persisam Samarinda, Bontang FC, PSIS Semarang, Persitara Jakarta Utara, hingga berakhir di Persikad Purwakarta.
Namun meski hanya sebentar membela Persib, Pato diketahui sangat menyukai klub asal Kota Kembang ini. Bahkan setelah dirinya tidak lagi aktif sebagai seorang pemain, Pato tetap aktif mendukung Persib sebagai seorang bobotoh.
(Nanda Aria)