Dirinya pun menyoroti kondisi tersebut. Menuruntya, menu makanan seharusnya jadi bagian pendidikan dasar dalam sepakbola dan tidak bisa asal-asalan.
“Jadi, itu harus menjadi bagian dari pendidikan yang tidak pernah mereka miliki. Baru sekarang mereka berinovasi dengan akademi sepakbola untuk anak laki-laki berusia 12 tahun ke atas,” timpalnya.
Selain berkarier di Indonesia, Gustavo Chena pun sempat membela klub Malaysia yaitu Perlis FA. Namun pada akhirnya Gustavo Chena memutuskan pensiun di Indonesia.
Klub terakhir yang dibelanya adalah Gresik United. Ia memutuskan gantung sepatu sebagai pesepakbola profesional pada 2015 di Gresik United.
(Hakiki Tertiari )