Sayangnya, di akhir 2009, Zlatan Ibrahimovic merasa tak puas dengan jalan kariernya. Pasalnya, ia hanya mencetak 5 gol dari 16 penampilan.
Lebih lanjut lagi, kebencian Ibra terhadap Guardiola rupanya tak terlepas dari sikap sang pelatih yang terlalu menomor satukan Lionel Messi. Pasalnya, saat itu Messi yang baru saja dipromosikan ke tim senior meminta keapda Guardiola agar ia bermain sebagai pemain tengah dan langsung disetujui.
Guardiola pun mengganti formasi dari 4-3-3 menjadi 4-5-1. Ibra tetap menjadi penyerang tengah, namun Messi mengekor di belakangnya. Hal ini membuatnya merasa seperti pembuka kesempatan bagi Messi dan bukan sebagai target-man untuk mencetak gol.
(Reinaldy Darius)