“Pasukan penjajah Israel menyerang final sepakbola Palestina. Jika hal ini terjadi di negara lain, maka itu akan menjadi headline, namun itulah keistimewaan yang didapatkan Israel, yang bertindak dan diperlakukan istimewa di atas hukum internasional,” cuit Al Khater di Twitter, dilansir Ruetir.
Sebagai catatan, serangan tersebut terjadi hanya sehari setelah pencabutan hak Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Salah satu hal yang melatarbelakangi keputusan FIFA adalah penolakan terhadap kehadiran Israel di ajang tersebut.
FIFA melihatnya sebagai suatu intervensi oleh Indonesia karena mengajukan keberatan terhadap partisipasi Israel. Namun, di sisi lain, Israel kerap mendapatkan keistimewaan dari organisasi-organisasi internasional, tak terkecuali FIFA.
(Reinaldy Darius)