3 Pesepakbola yang Pernah Jadi Korban Penculikan, Nomor 1 Bikin Merinding!

Cahyo Yulianto, Jurnalis
Rabu 22 Februari 2023 14:03 WIB
Enrique Castro (Kiri) merupakan salah satu pesepakbola yang pernah jadi korban penculikan (Foto: Twitter/FCBarcelona)
Share :

SEBANYAK 3 pesepakbola yang pernah jadi korban penculikan akan Anda ketahui dalam artikel Okezone. Kasus penculikan dapat terjadi kapan saja, di mana saja, serta kepada siapa saja termasuk para pemain sepakbola.

Terdapat banyak motif yang melatarbelakangi para pelaku untuk melakukan hal tersebut. Meminta tebusan, dendam, politik, menjadi sejumlah alasan di balik penculikan-penculikan yang terjadi di dunia.

Diketahui, terdapat 3 pesepakbola yang pernah jadi korban penculikan. Siapa sajakah mereka? Simak ulasan berikut ini.

Berikut 3 Pesepakbola yang Pernah Jadi Korban Penculikan

3. Enrique Castro Gonzalez


Enrique Castro Gonzalez atau yang dikenal dengan nama Quiny merupakan pemain Barcelona pada era 1980-an. Quiny yang merupakan pemain andalan Blaugrana -julukan Barcelona- kala itu pernah merasakan menjadi korban penculikan seusai laga melawan Hercules yang dimenangkan Barcelona dengan skor telak 6-0.

Seusai laga yang digelar pada 1 Maret 1981 itu, Quiny berencana untuk menjemput anak dan istrinya di bandara. Namun saat diperjalanan, dirinya dihadang oleh dua orang yang menodongkan senjata ke kepalanya.

Motif penculikan Quiny diduga adalah untuk menjegal Barcelona dari perebutan gelar juara Liga Spanyol. Hal ini terbukti saat Quiny disekap selama puluhan hari, Barcelona mengalami serangkaian kekalahan yang membuat blaugrana tersingkir dari perebutan gelar juara. Pada akhirnya, para penculik ini meminta uang tebusan sebelum melepaskan Quiny.

2. Alfredo di Stefano


Pemain Real Madrid era 1960-an, Alfredo di Stefano juga pernah menjadi korban penculikan. Penculikan ini terjadi saat Di Stefano bersama Real Madrid menjalani tur ke Venezuela untuk melakoni Intercontinental Cup melawan Sao Paulo dan FC Porto.

Namun tanpa diduga, sekelompok orang masuk ke kamar tempat Di Stefano menginap untuk membawanya dan anaknya pergi. Penculikan Di Stefano ini dilakukan oleh kelompok bentukan Partai Komunis Venezuela yang menentang pemerintah bernama Fuerzas Armadas de Liberación Nacional (FALN).

Kelompok tersebut mengaku bahwa mereka melakukan penculikan itu untuk menaikkan popularitas mereka. Setelah dua hari, akhirnya Alfredo Di Stefano dilepaskan.

1. Rodrigo Silva Santos


Rodrigo Silva Santos merupakan pemain yang banyak berkiprah di liga Brasil, Swedia, dan Honduras. Setelah pensiun pada 2010, Santos bekerja dengan menjadi penjual suplemen diet dengan memiliki toko di distrik Realengo, Rio de Janeiro.

Pada 2013, seusai menutup toko Santos diculik sekelompok orang tidak dikenal. Sang istri, Geisa yang mengetahui hal tersebut melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib.

Tepat pagi hari setelah malam penculikan, Geisa mendengar ketukan pintu depan rumahnya. Tanpa diduga, di depan pintu rumahnya itu Geisa menjumpai kepala Santos dengan keadaan tanpa mata dan tanpa lidah di dalam ransel milik suaminya itu.

Kepolisian menyatakan jika pelaku penculikan tersebut adalah para gembong narkoba yang memiliki dendam kepada Geisa. Hal ini lantaran Geisa merupakan seorang anggota polisi yang bertugas menangani peredaran narkoba di daerah Favela, Rio de Janeiro.

(Dimas Khaidar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya