SEBANYAK 4 pelatih yang paling sukses di Piala AFF akan diulas Okezone. Dalam sejarahnya, tak banyak pelatih yang sanggup memenangkan trofi Piala AFF.
Bahkan pelatih sekelas Sven-Goran Eriksson dan Bryan Robson saja gagal membawa tim asuhannya juara Piala AFF. Lantas, pelatih mana saja yang paling berprestasi di Piala AFF?
Berikut 4 pelatih yang paling sukses di Piala AFF:
4. Alexandre Polking (Thailand, 2020 dan 2022)
Alexandre Polking masuk ke jajaran pelatih paling sukses di Piala AFF. Ia tercatat membantu Thailand juara Piala AFF 2020 dan Piala AFF 2022.
Semalam, pelatih keturunan Brasil-Jerman ini membawa Thailand menang 1-0 atas Vietnam di leg II final Piala AFF 2022. Hasil itu membuat Thailand keluar sebagai juara Piala AFF 2022 setelah menang agregat 3-2 atas sang lawan.
3. Kiatisuk Senamuang (Thailand, 2014 dan 2016)
Kiatisuk Senamuang merupakan satu-satunya pelatih asal Asia Tenggara yang masuk ke dalam daftar ini. Ia membawa Thailand juara Piala AFF 2014 (mengalahkan Malaysia) dan 2016 (menumbangkan Indonesia).
Medio 2017, Kiatisuk Senamuang memutuskan mengundurkan diri dari jabatan pelatih Timnas Thailand. Keputusan itu diambil setelah Thailand hanya meraup satu angka dari 10 pertandingan di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia.
2. Radojko Avramovic (Singapura, 2004, 2007 dan 2012)
Radojko Avramovic merupakan pelatih tersukses di ajang Piala AFF. Pelatih asal Serbia ini membawa Singapura tiga kali juara Piala AFF, yakni pada 2004 (mengalahkan Indonesia), 2007 (menumbangkan Thailand) dan 2012 (menghajar Thailand).
Dalam sejarahnya, tak ada satu pun pelatih yang bisa mengemulasi kesuksesan Radojko Avramovic. Akankah Alexandre Polking menjadi sosok pertama yang bisa melakukannya di Piala AFF 2024?
1. Peter Withe (Thailand, 2000 dan 2002)
Di posisi puncak ada pelatih Timnas Indonesia periode 2004-2007, Peter Withe. Pelatih asal Inggris ini membawa Thailand juara Piala AFF 2000 dan 2002 setelah mengalahkan Timnas Indonesia dalam dua laga final tersebut.
Keberhasilan Peter Withe di atas menarik hati PSSI. Federasi Sepakbola Indonesia ini pun mengontrak Peter Withe pada 2004 dengan harapan, legenda Aston Villa ini dapat mendongkrak prestasi skuad Garuda.
Namun, hasilnya jauh panggang dari api. Setelah finis runner-up di Piala AFF 2004, langkah Timnas Indonesia terhenti di fase grup Piala AFF 2007. Ini merupakan yang pertama, kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF terhenti di fase grup.
(Ramdani Bur)