PELATIH Kancil WHW ungkap kunci keberhasilan tahan Pendekar United dan redam Ricardinho. Wahyudin, pelatih Kancil WHW Pontianak, mengaku sudah mempelajari banyak trik Ricardinho.
Kedua tim bermain imbang 3-3 di laga pertama Liga Futsal Profesional yang dimainkan di GOR POPKI, Cibubur, Minggu (8/1/2023) pagi WIB. Ricardinho mencetak sebuah gol dalam laga itu.
Namun, di akhir babak pertama, Kancil WHW mampu comeback. Adalah gol dari Refani Putra Sela dan dua gol Romi Humandri yang membuat skor menjadi 3-1.
Tertinggal, Pendekar United pun main power play di pengujung babak kedua. Itu berbuah manis dengan Agung Pandega dan Subhan Faidasa mencetak gol penyeimbang. Namun, tentu tidak sesuai harapan karena mereka gagal menang.
Wahyudin melihat laga berjalan sesuai prediksi sebelumnya. Pemain-pemain top dan pelatih asing milik Pendekar menjalankan permainan kelas dunia di lapangan. Jadi para pemainnya sudah mempersiapkan hal itu semuanya.
“Ini futsal, kita kedatangan pemain-pemain luar kemudian pelatih luar, kita harus terima hal-hal yang jadi trik-triknya pemain dunia. Bukan hanya taktikal, menyerang, bertahan transisi,” ucap Wahyudin dalam konferensi pers pascalaga.
“Jadi kita gak boleh kaget dengan hal-hal tersebut. Ada trik-trik yang memang seperti Ricardinho kita sudah mempelajari juga banyak trik dia yang memang bisa mereka manfaatkan terutama dengan nama besarnya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Wahyudin puas dengan penampilan para pemainnya meski kemenangan di depan mata buyar ketika Pendekar United main power play. Menurutnya, anak asuhnya hanya kurang beruntung memanfaatkan peluang menjadi gol.
"Menurut saya kita tidak kehilangan momentum, taktikal yang kita gunakan juga dapat peluang. Kita sudah bertahan dengan organisasi bagus, cuma masalahnya dapet peluang gak jadi gol. (Sementara) pendekar beberapa peluang mereka jadi gol, itu yang membedakan,” lanjutnya.
“Ketika Pendekar main power play, kita pun punya banyak peluang, cuma masalah pemanfaatan jadi golnya karena ada sempat dua kali mentok mistar gawang,” pungkasnya.
(Reinaldy Darius)