BEK Vietnam, Doan Van Hau menjadi sorotan pada leg pertama Timnas Indonesia vs Vietnam di semifinal Piala AFF 2022 akibat menunjukkan permainan kasar. Melihat hal tersebut, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi turut berkomentar dan mengatakan jika Skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia- membutuhkan sosok pemain seperti Van Hau.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia harus puas bermain imbang dengan Vietnam 0-0 di leg pertama semifinal Piala AFF 2022. Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat (6/1/2023) sore WIB itu diwarnai kontroversi usai Doan Van Hau melakukan tekel keras ke Dendy Sulistyawan di menit ke-53.
Namun Doan Van Hau justru lolos dari hukuman wasit. Pemain berusia 23 tahun itu tidak menerima hukuman kartu apapun.
Van Hau kembali melakukan permainan kasar di menit 90+2. Ia melanggar Ricky Kambuaya dengan cukup keras di kotak penalti, namun lagi-lagi wasit Omar Mubarak Al Yaqoubi bergeming.
Menurut kaca mata Achsanul, Timnas Indonesia harus memiliki sosok pemain kotor seperti Van Hau. Sebab karakter permainan kotor Van Hau amat berguna untuk merusak fokus dan konsentrasi pemain lawan.
“Tak menang tak kecewa, kita harus punya pemain seperti Doan Van Hau, tukang jagal yang merusak konsentrasi dan emosi, semangat leg kedua,” kata Achsanul lewat Instagram pribadinya, @achsanul.qosasi, Jumat (6/1/2023).
Bukan sekali saja Doan Van Hau bermain kotor. Sebelumnya, di babak grup, Doan Van Hau terlibat kontak fisik dengan pemain Malaysia, Azam Azmi, namun justru tim berjuluk Harimau Malaya yang dihukum penalti karena terprovokasi dengan melakukan kontak balasan.
Terlepas dari itu, Achsanul mengapresiasi permainan Timnas Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, taktik permainan Shin Tae-yong yang berani agresif mampu membuat Vietnam tidak bisa berbuat banyak.
“Vietnam nyaris tanpa peluang, shoot on goal cuma dua kali, ada lima bek saat diserang, empat pemain siap counter attack, permainan malam ini keren,” lanjut Achsanul.
“Pergantian terlambat karena tidak ada pemain yang layak diganti, semua pemain masih kuat bertarung, menit 92 masuk tiga pemain, makin bagus, tapi waktu tak cukup,” tutupnya.
(Dimas Khaidar)