“Saya tidak dapat berjalan selama empat tahun pertama saya. Ibuku sudah membawaku ke Nigeria, Lagos, Ghana & seluruh desa pada Afrika akan tetapi hasilnya nihil,” kata mantan penggawa Real Madrid itu.
Kesedihan ibu Adebayor, Hajia, membawanya menemui seorang pendeta di gereja. Pendeta tersebut meminta Hajia untuk berdoa bersama di gereja selama sepekan. Hingga akhirnya, Hajia tidak pernah absen datang ke gereja untuk berdoa.
“Itu hingga akhirnya pada suatu waktu mereka membawa aku ke gereja. Pihak gereja meminta bunda supaya berdoa untukku di gereja selama seminggu. Mereka mengatakan, apabila aku tidak bisa berjalan hingga akhir minggu itu, berarti aku tak akan pernah berjalan lagi,” jelas Adebayor.
“Mereka mulai berdoa tengah malam dalam hari Minggu. Sepanjang minggu, aku tetap tidak dapat berjalan. Pada Sabtu tengah malam ibuku menangis. Baginya, semuanya telah berakhir. Dia sudah membawa aku ke mana-mana di Afrika dan hasilnya tidak terdapat yg berhasil,” tambah Adebayor melalui keterangannya.
Keajaiban datang ketika Adebayor mendengar suara anak-anak bermain sepakbola. Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang menendang bola kearah gereja. Sontak Adebayor berdiri dan berlari ke arah bola ibu.
Hajia ketakutan melihat anak laki-lakinya bisa berjalan untuk pertama kalinya. Semua orang berdoa untuk keselamatan Adebayor. Mereka juga mengatakan kepada Hajia bahwa anaknya berjalan karena sepakbola.
Sejak saat itu, orang tua Adebayor mendekatkannya pada sepakbola. Kisah masa kecilnya juga membuat Adebayor dekat dengan gereja. Ia juga menjadi orang religius.
Demikian kisah Emmanuel Adebayor yang tidak bisa berjalan saat berumur 4 tahun.
(Dimas Khaidar)