MEDIA Vietnam, The Thao 247 menyebut suporter Timnas Indonesia memiliki sikap kasar menyusul insiden penyerangan bus Timnas Thailand sebelum melakoni laga penyisihan Grup A Piala AFF 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Mereka bahkan mengatakan kalau suporter Skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia- melakukan tindakan yang sangat tercela.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia menjamu Thailand di pertandingan ketiga fase grup Piala AFF 2022. Laga tersebut dilaksanakan pada Kamis, 29 Desember 2022 lalu.
Dalam laga tersebut, tim asuhan Shin Tae-yong gagal meraih kemenangan usai ditahan imbang 1-1. Timnas Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Marc Klok (55’), sebelum akhirnya disamakan Sarach Yooyen (79’).
Menariknya, terdapat momen yang membuat nama sepakbola Indonesia kembali tercoreng di mata dunia. Ya, menjelang pertandingan kontra Thailand, banyak oknum-oknum menyerang bis yang dikendarai para pemain tim berjuluk Gajah Perang itu.
Bahkan, kaca bis Timnas Thailand diketahui sampai mengalami keretakan. Hal itu diakibatkan ada yang melempar sesuatu ke arah bus dan beruntung tidak ada korban dari peristiwa tersebut.
Insiden itu pun menjadi sorotan berbagai macam media, termasuk media Vietnam The Thao 247. Mereka mengatakan kalau sikap yang dilakukan suporter Timnas Indonesia tercela.
“Isu terkait suporter Indonesia seputar pertandingan kontra Thailand ini mendapat banyak perhatian. Pasalnya, sebelum pertandingan, banyak suporter Indonesia mengepung dan menyerang bus Thailand,” tulis TheThao247 dilansir pada Minggu (1/1/2023).
“Sikap tercela oknum suporter pasukan Garuda membayangi upaya PSSI dan banyak pihak yang terlibat pascatragedi Kanjuruhan. Secara tidak langsung, sikap kasar suporter menunjukkan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya aman dari penonton negara lain,” lanjutnya.
Tentunya, insiden tersebut sangatlah mempermalukan sepakbola Indonesia. Terlebih, sepakbola Tanah Air baru saja mengalami kejadian mengerikan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada awal Oktober 2022 lalu.
Diharapkan, ini bisa menjadi pelajaran untuk seluruh pencinta sepakbola Indonesia. Hal itu tentu demi kebaikan dan kemajuan sepakbola Tanah Air.
(Dimas Khaidar)