Exclusive dari Qatar: Dari Zinedine Zidane hingga Kylian Mbappe, Kesuksesan Timnas Prancis Tak Jauh-Jauh dari Para Imigran

Abdul Haris, Jurnalis
Senin 12 Desember 2022 14:08 WIB
Kylian Mbappe kembali menjadi kunci kesuksesan Timnas Prancis di Piala Dunia 2022 (Foto: REUTERS)
Share :

DARI Zinedine Zidane hingga Kylian Mbappe, kesuksesan Timnas Prancis tak jauh-jauh dari para imigran. Les Bleus – julukan Timnas Prancis – kembali menembus semifinal Piala Dunia untuk dua edisi beruntun.

Kemenangan 2-1 atas Inggris seakan menegaskan kekuatan Timnas Prancis, yang memang sedari awal sudah difavoritkan untuk kembali menjadi juara. Kini, mereka bersiap untuk menghadapi Maroko di semifinal Piala Dunia 2022.

Skuad asuhan Didier Deschamps pun berpeluang untuk menjadi tim ketiga dalam sejarah yang memenangkan Piala Dunia secara beruntun. Sebelumnya, baru Italia dan Brasil yang pernah melakukannya.

Tak bisa dibantah, peran para imigran telah sukses menyempurnakan tim berlogo Ayam Jantan ini. Pada 12 Juli 1998, Timnas Prancis memenangkan Piala Dunia pertama mereka setelah mengalahkan Brasil pada final di Stade de France, Paris.

Zinedine Zidane yang menjadi bintang dengan dua golnya adalah generasi kedua imigran Aljazair dari daerah kelas pekerja di Marseille. Dia berkolaborasi dengan pemain keturunan Armenia, Ghana, Senegal, dan Guadeloupean.

Tim yang biasanya dijuluki Les Bleus kala itu mendapat julukan baru dari media, “Black, Blanc, Beur” (Hitam, Putih dan Arab). Mereka disanjung sebagai contoh sukses dari integrasi yang sukses.

Surat kabar Prancis Le Monde menyebut mereka sebagai “simbol keragaman dan persatuan negara”. Presiden Prancis saat itu Jacques Chirac menggambarkan mereka sebagai “tim tiga warna dan beraneka warna” yang telah menciptakan "citra indah Prancis dan kemanusiaannya".

Hanya dua tahun berselang, Zidane, Deschamps, dan kolega kembali membawa bendera Prancis berkibar paling tinggi di Piala Eropa 2000.

Peran pemain imigran menjadi bagian penting kemegahan sepak bola Prancis. Lihat saja, empat dari lima peraih Ballon d’Or asal Prancis adalah pemain-pemain keturunan, termasuk Raymond Kopa, gelandang legendaris Real Madrid yang berasal dari keluarga imigran Polandia; Michel Platini, yang berasal dari Italia; dan Zinedine Zidane dan Karim Benzema, yang keduanya adalah keturunan Aljazair.

Sejarah sepakbola Prancis dengan kaum imigran dimulai pada paruh pertama abad ke-20. Pembentukan RC Lens dan AS Saint-Ettienne yang dibangun komunitas pertambangan yang terdiri dari imigran Polandia dan Italia jadi salah satu tonggaknya

Pada Piala Dunia 1938 di kandang sendiri, Timnas Prancis menurunkan pemain kulit hitam pertamanya, Raoul Diagne, bek serba bisa yang dijuluki "laba-laba hitam" yang lahir di Guyana Prancis dan keturunan Senegal.

Pada awal 1970-an, Prancis mulai merestrukturisasi sistem pembinaan. Hasilnya adalah sistem akademi canggih yang merekrut dan melatih pemain muda, banyak di antaranya tumbuh di lingkungan imigran.

Dari akademi tersebut lahir pemain-pemain keturunan imigran, salah satunya pencetak gol terbanyak sepanjang masa Thierry Henry yang lahir di pinggiran Paris Les Ulis dari orang tua dari Guadeloupe dan Martinik.

Prancis menjadi juara di Rusia pada Piala Dunia 2018 setelah menjadi finalis di Piala Eropa 2016. Pada saat itu, mereka memiliki 17 dari 23 pemain yang memiliki darah keturunan non-Eropa, termasuk di antaranya adalah Kylian Mbappe yang keturunan Kamerun-Aljzair.

Timnas Prancis yang saat ini berlaga di Piala Dunia Qatar 2022 juga tak lepas dari para pemain keturunan. Sebagian besar pemain di starting XI adalah keturunan. Selain Mbappe yang jadi top skor ada juga Dayot Upamecano, yang merupakan keturunan Guinea-Bissau, dan Aurelien Tchouameni (Kamerun).

(Reinaldy Darius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya