ADA banyak pesepakbola berdarah Indonesia yang menimba ilmu sepakbola di Qatar, salah satunya Hudzaifah Sufyan. Meski lahir dan besar di Qatar, Hudzaifah Sufyan lebih memilih membela Timnas Indonesia ketimbang negara kelahirannya tersebut.
Saat ini, Hudzaifah Sufyan menimba ilmu di Aspire Academy Qatar. Bagi yang belum tahu, Aspire Academy Qatar merupakan akademi sepakbola yang dibiayai pemerintah Qatar untuk membentuk pemain-pemain hebat yang nantinya akan memperkuat Timnas Qatar.
(Hudzaifah Sufyan siap bela Timnas Indonesia jika dibutuhkan. (Foto: Abdul Haris/MNC Portal Indonesia)
Hudzaifah Sufyan sendiri lahir di Qatar 13 tahun lalu. Ayahnya Cecep Sopyan dan ibu Reni Nuraini, keduanya dari Jawa Barat. Ayahnya pindah ke Qatar 20 tahun lalu dan kini bekerja sebagai penjaga masjid di negara tersebut.
Lahir di Qatar tak membuat Hudzaifah Sufyan lupa tanah leluhurnya. Itulah mengapa dia sudah punya jawaban jika suatu saat nanti ada dua pilihan tim nasional mana yang dia bela.
“Saya dari dulu hidup di Qatar, tapi saya lebih tertarik membela Timnas Indonesia. Insya Allah saya bersedia jika nanti saya dipanggil Timnas Indonesia U-16,” ucapnya kepada MNC Portal Indonesia.
Di Aspire Academy, Hudzaifah Sufyan mendapatkan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk menjadi pesepakbola profesional. Di sinilah banyak pemain-pemain andalan Timnas Qatar lahir.
“Saya dukung anak saya menjadi pesepakbola profesional,” ujar sang ayah, Cecep Sopyan.
Ke depan, jika ada dua panggilan untuk bermain di Timnas Indonesia atau Qatar, Cecep punya harapan tersendiri.
“Sebagai orangtua, saya sih inginnya anak saya membela negaranya, Indonesia. Tapi ya yang mana lebih dulu saja. Kalau Qatar lebih dulu maka anak saya akan memilih Qatar. Kalau Indonesia yang memanggil duluan, ya dia saya akan kasih support agar dia membela Indonesia,” Cecep menegaskan.
PSSI dan pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, bisa sesegera mungkin memantau kualitas Hudzaifah Sufyan. Jika dinilai mumpuni, memanggil Hudzaifah Sufyan merupakan sebuah keharusan, sebelum nantinya menyesal jika diambil Qatar.
(Ramdani Bur)