Berangkat dari keresahan itu, Kenneth Aston mencari cara untuk membuat tanda kepada pemain. Akhirnya, ia menemukannya dengan membuat kartu kuning dan merah.
(Seorang wasit memberikan kartu merah kepada pemain)
Inspirasi Kenneth Aston membuat kartu kuning dan merah ternyata cukup unik. Ia diketahui terinspirasi dari lampu lalu lintas, yang terdiri dari merah, kuning, dan hijau.
Ketika itu ia tengah dalam perjalanan pulang usai pertandinagn Stadion Wembley. Kenneth Aston menepi di dekat lampu lalu lintas di persimpangan Kensington High Street. Kenneth Aston menyadari bahwa warna lampu dapat dipakai dalam laga sepakbola.
Saat itu, Kenneth Aston hanya tertuju ke warna merah dan kuning. Kedua warna itu bisa diterapkan ke pertandingan sepakbola.
Ia mengibaratkan lampu kuning sebagai bentuk peringatan, layaknya lampu kuning yang memberi tanda untuk berhati-hati ketika tengah berada di persimpangan. Sementara lampu merah diartikan untuk memberhentikan pemain dari lapangan, seperti lampu merah, yang mengharuskan pengguna jalan berhenti.
Dari situ ia pun memiliki inisiatif untuk menerapkannya ke pertandingan sepakbola. Namun demikian, penerapan kartu kuning dan merah baru dicoba secara resmi di Piala Dunia 1970 Meksiko hingga digunakan sampai sekarang ini.
(Hakiki Tertiari )