PIALA Dunia 2022 Qatar dituduh sewa penonton bayaran, begini reaksi Presiden FIFA. Menurut Gianni Infantino, itu merupakan perbuatan yang rasis karena meremehkan Qatar.
Piala Dunia 2022 diliputi oleh banyak isu yang tidak mengenakkan karena dianggap tidak semeriah gelaran tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ada isu yang menyebut bahwa FIFA menyewa suporter demi memeriahkan turnamen sepakbola antarnegara empat tahunan ini.
Narasi itu pun didukung dengan sejumlah bukti yang beredar di media sosial. Salah satunya, ada video yang menunjukkan sekelompok orang menggunakan jersey dan atribut Timnas Inggris, Jerman, hingga Argentina.
Keraguan muncul karena orang-orang yang mendukung berbagai tim tersebut terlihat sama. Dilihat dari perawakan dan postur, mereka bukanlah penduduk asli dari negara-negara bersangkutan.
Sebelumnya, komite tertinggi sempat membantah klaim tersebut kepada BBC. Disebutkan setiap penggemar di masing-masing negara belahan dunia memiliki cara berbeda-beda mendukung tim kesayangannya.
BACA JUGA:Exclusive dari Qatar: Ribuan Suporter Serbu Fan Festival Pertama di Piala Dunia 2022
“Di berbagai tempat di seluruh dunia, penggemar memiliki tradisi yang berbeda, cara merayakan yang berbeda, dan sementara itu mungkin berbeda dengan apa yang biasa dilakukan orang di Eropa atau Amerika Selatan, bukan berarti hasrat untuk sepak bola menjadi kurang autentik,” tulisnya dikutip laman Iadbible, Sabtu (19/11/2022).
Presiden FIFA, Gianni Infantino, pun merespons tegas tuduhan tersebut. Menurutnya, orang-orang yang menuduh Qatar telah menyewa suporter ini telah berbuat rasis.
“Saya melihat bahwa orang-orang ini terlihat seperti orang India, tidak terlihat seperti orang Inggris, sehingga mereka tidak dapat bersorak untuk Inggris, Apa-apaan itu? Tidak bisakah seseorang yang berpenampilan India tidak bersorak untuk Inggris, Spanyol, atau Jerman?” ucap gusar Infantino dalam konferensi pers.
"Anda tahu apa itu? Itu rasis, murni rasis,” lanjutnya.
(Reinaldy Darius)