BINTANG muda Timnas Inggris dan Arsenal, Bukayo Saka disebut tak akan gentar untuk mengeksekusi penalti di Piala Dunia 2022 meski sempat gagal di final Piala Eropa 2020. Hal tersebut disampaikan rekan senegaranya, Aaron Ramsdale.
Sebagaimana diketahui, Saka gagal mencetak gol dalam babak adu penalti kontra Italia di final Piala Eropa 2020 tahun lalu. Selain Saka, dua penyerang lainnya yakni Marcus Rashford dan Jadon Sancho juga gagal mengeksekusi penalti pada laga tersebut.
Padahal kala itu, pemain berusia 21 tahun tersebut merupakan eksekutor penentu bagi The Three Lions –julukan Timnas Inggris. Alhasil, dia mendapat serangan rasisme dari para suporter karena dianggap sebagai biang kekalahan negaranya untuk menjadi juara Eropa.
Kendati demikian, Ramsdale yakin pemain keturunan Nigeria itu bakal berani menjadi eksekutor pasukan Gareth Southgate di Piala Dunia Qatar 2022. Sebab menurutnya, Saka punya mental yang kuat dan sudah membuktikan tak pernah gagal lagi menendang penalti setelah kegagalannya di final tersebut.
"Tentu saja (Saka berani ambil penalti di Piala Dunia 2022). Dia mencetak tiga gol penalti dari tiga kesempatan sejak kegagalan itu,” kata Aaron Ramsdale dilansir dari Sky Sports, Sabtu (19/11/2022).
"Saya pikir dia telah menyadari itu hanya sesuatu yang terjadi padanya dan dia tidak akan menghindar dari itu karena dia adalah tipe orang seperti itu. Dia tahu perasaannya sekarang dan semoga nanti ketika dia melangkah untuk menendang penalti dia bisa menggetarkan jaring lawan,” tambah Aaron Ramsdale.
Ya, Saka memang selalu berhasil mengonversi tendangan penaltinya usai kegagalan tersebut. Bahkan, dia juga melakukannya di partai-partai besar seperti saat melawan Chelsea, Manchester United dan Liverpool.
Performa pemain kelahiran London itu pun sedang bagus-bagusnya bersama The Gunners –julukan Arsenal- dengan membawa timnya duduk di puncak klasemen Liga Inggris 2022-2023 saat jeda Piala Dunia 2022. Alhasil, dia diprediksi bakal menjadi pemain andalan dan kunci bagi The Three Lions untuk lolos dari Grup B melawan Iran, Amerika Serikat dan Wales.
(Dimas Khaidar)