EKS bomber Timnas Italia, Antonio Cassano menyoroti sikap egois Cristiano Ronaldo di Manchester United. Menurutnya, sikapnya itu tak bisa dimaafkan. Ia pun mengatakan megabintang 37 tahun itu harusnya pergi dari Manchester United kelar Piala Dunia 2022.
Diketahui sebelumnya, Cristiano Ronaldo sempat menjadi perbincangan hangat publik lantaran pernyataan kontroversinya bersama jurnalis Inggris, Piers Morgan. Atas pernyataannya yang merasa dikhianati Manchester United, sejumlah pihak pun turut mengecam bintang Timnas Portugal tersebut.
Tak terkecuali Antonio Cassano, eks bomber Real Madrid. Ia mengatakan Cristiano Ronaldo yang sekarang bukan seperti dulu. Sebab, telah terjadi perubahan signifikan terhadap sikapnya yang dianggap sombong.
"Sekarang saya katakan bahwa Ronaldo tidak memiliki keberanian untuk mengakui bahwa selama tiga tahun dia bukan lagi dirinya sendiri. Dia menutup mata dan berpikir dia bisa bermain sampai dia berusia 50 tahun," tegas Antonio Cassano, dilansir dari Goal Internasional, Rabu (16/11/2022).
Lebih lanjut, Antonio Cassano juga memberikan saran kepada pemilik lima gelar Ballon dOr itu agar tidak terus-menerus marah jika ada hal yang tidak sesuai keinginannya. Di sisi lain, Antonio Cassano menyebut Cristiano Ronaldo selalu mengandalkan egoisme yang berbanding terbalik dengan rivalnya, Lionel Messi.
"Ronaldo yang terhormat, saya beri tahu Anda satu hal: selesaikan Piala Dunia. Ia tidak bisa terus mengamuk dan dia tidak bisa berpikir dia masih bisa bermain di level tinggi," cetusnya.
"Dia memiliki ego yang tidak proporsional, tapi dia tidak seperti Lionel Messi yang juga bisa bermain sambil duduk. Dia tidak bisa mengatasinya secara fisik lagi. Dia menegaskan bahwa dia selalu mengutamakan keegoisannya," tambahnya.
Bahkan, Antonio Cassano mendesak agar Cristiano Ronaldo kembali ke klub masa kecilnya, Sporting Lisbon dan segera gantung kelar Piala Dunia 2022. Pasalnya, kehadiran megabintang Portugal itu dianggap hanya merusak suasana di Old Trafford.
"Tahun ini dia harus pergi ke Sporting Lisbon. Kemudian, dia harus pensiun. Dia menjadi masalah bagi para pelatih dan membuat rekan setimnya dalam kesulitan. Dia bahkan tidak menelepon Karim Benzema untuk memberi selamat kepadanya (karena memenangkan Ballon dOr)," tandasnya.
(Hakiki Tertiari )