Tak Ingin Insiden Berdarah di Stadion Kanjuruhan Terulang, Umuh Muchtar Minta PSSI dan PT LIB Hilangkan Jam Main Terlalu Malam

Andika Rachmansyah, Jurnalis
Selasa 04 Oktober 2022 08:50 WIB
Momen kerusuhan terjadi pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto)
Share :

BANDUNG – Komisaris Persib Bandung, Umuh Muchtar, meminta kepada pihak PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menghilangkan jam main terlalu malam di kompetisi Liga 1 2022-2023. Pasalnya ia tak mau insiden berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB terulang kembali.

Umuh mengatakan jam tayang itu harus dievaluasi karena menurutnya ada satu pihak yang hanya mementingkan keuntungan sendiri. Ia merasa terlalu banyak hal negatif ketika pertandingan dimainkan terlalu malam.

Sebagaimana diketahui, laga bertajuk Derby Jawa Timur itu yang dimainkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, itu harus berakhir tragis. Sebab, ada ratusan nyawa yang melayang pasca laga antara Arema FC vs Persebaya. Sekira 125 orang meninggal dunia, diduga akibat berdesakkan dan sesak nafas setelah polisi melepaskan gas air mata ke arah tribun penonton.

Panpel Arema dan Kepolisian sejak awal sudah mengusulkan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga agar Derby Jatim digelar sore hari. Namun, PT LIB tak mengindahkan usulan tersebut.

Padahal, pertandingan malam cukup berisiko untuk laga panas selevel Arema FC vs Persebaya. Proses pengamanan juga menjadi terbatas karena kondisi yang sudah gelap. Hal tersebut diungkapkan oleh Umuh.

“Menurut saya kenapa harus dipaksakan? karena ada salah satu perusahaan yang mendesak, ada kepentingan yang meminta kick-off malam tapi tidak dipikirkan keamanannya, dari awal itu harusnya diperhitungkan,” kata Umuh, dilansir dari Simamaung, Selasa (4/10/2022).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya