MEDIA Vietnam, Soha.vn, membahas Indonesia terancam sanksi FIFA hingga desakan agar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mundur dari jabatannya. Pembahasan itu muncul setelah insiden memilukan terjadi kelar laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, yang mana mengakibatkan 125 orang meninggal dunia.
Kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam WIB. Menurut laporan kepolisian, sekira 3.000 suporter Arema FC turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan setelah tim kesayangannya kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Pengrusakan pun dilakukan oknum suporter tersebut, salah satunya merusak mobil polisi yang ada di area stadion. Setelah dilakukan tindakan persuasif tidak mempan, suporter ditembaki gas air mata oleh pihak keamanan.
Keadaan pun semakin runyam. Kondisi di beberapa tribun menjadi gelap sehingga membuat banyak suporter yang berlarian ke sana ke sini di area tribun. Akibatnya, benturan antarsuporter tak terhindarkan sehingga mengakibatkan 125 orang meninggal dunia.
Insiden di atas menjadi sorotan dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan menyebut kejadian di atas sebagai masa kegelapan bagi semua yang terlibat di persepakbolaan dunia.
Karena itu, Soha menilai Indonesia terancam terkena sanksi FIFA. Salah satu sanksi yang mungkin diterima adalah pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.