EKS bintang Timnas Prancis, Zinedine Zidane mengaku sangat malu mengenang insiden dengan Marco Materazzi di Piala Dunia 2006. Dirinya pun mengaku tak merasa bangga menanduk Marco Materazzi ketika itu.
Menjelang ulang tahun ke-50, Zidane mengatakan tidak pernah bangga pernah ‘menyundul’ Marco Materazzi. Seperti diketahui bersama, insiden mengejutkan terjadi pada final Piala Dunia 2006 silam.
Timnas Prancis berhadapan dengan Timnas Italia, di laga pamungkas. Pertandingan itu digelar di Stadion Olimpiade Berlin, Jerman pada 10 Juli 2006 silam.
Timnas Prancis mencetak gol lebih dulu lewat tembakan penalti Zinedine Zidane pada menit ketujuh. Namun, Timnas Italia berhasil membalas lewat gol Marco Materazzi (19’). Skor imbang bertahan hingga babak perpanjangan waktu.
Pada babak perpanjangan waktu, ada insiden yang mengejutkan antara Zidane dan Materazzi. Keduanya terlibat sedikit cekcok, yang kemudian dilanjutkan dengan ‘sundulan’ kepala Zidane ke dada Materazzi.
Alhasil, Zidane harus diusir keluar oleh wasit karena mendapatkan kartu merah pada menit ke-110 babak kedua perpanjangan waktu. Pertandingan pun selesai dengan kemenangan Timnas Italia atas Prancis lewat babak adu penalti (5-3). Italia keluar jadi juara Piala Dunia 2006.
16 tahun kemudian, Zidane mengatakan tidak pernah bangga dengan tindakannya itu. Menurutnya, tindakannya itu hanya merupakan bagian dari masa lalu nya yang kurang baik. Ia membicarakan hal itu menjelang ulang tahunnya yang ke-50 pada 23 Juni mendatang.
"Saya sama sekali tidak bangga dengan apa yang saya lakukan tetapi itu adalah bagian dari masa lalu saya,” kata Zidane kepada Telefoot, dikutip dari Football Italia, Minggu (19/6/2022).
Adapun spekulasi mengenai penyebab tindakan Zidane sudah tersebar. Diduga, sang pemain terpancing emosinya setelah sang ibu dan saudara perempuannya dihina oleh Materazzi.
Di sisi lain, Zidane saat ini dikenal sebagai salah satu pelatih yang sukses di Real Madrid. Tercatat, ia mampu mempersembahkan 11 gelar, termasuk tiga trofi Liga Champions untuk Los Blancos -julukan Real Madrid.
Namun demikian, ia resmi meninggalkan Real Madrid pada tahun 2021. Setelah itu, eks pemain berkepala plontos itu masih berstatus tanpa klub hingga saat ini.
(Hakiki Tertiari )