Selain itu, di laga El Clasico, pertahanan Real Madrid yang tidak mampu memenangi duel udara dari Aubameyang menjadi sorotan. Chelsea bisa saja memanfaatkan umpan silang dari sayap untuk pemain seperti Kai Havertz yang kerap unggul bola-bola atas.
Kemudian gol Araujo menunjukkan bahwa Real Madrid bisa rentan dari eksekusi bola mati. Ini bisa menjadi dorongan bagi pemain seperti Toni Rudiger dan Thiago Silva untuk memanfaatkannya.
Barcelona juga menjaga bola lebih baik daripada Real Madrid dengan mencatatkan hampir 60 persen penguasaan bola pada malam itu. Sementara Chelsea melakukan itu saat menang telak atas Southampton 6-0.
Dengan beberapa potensi ini bukan tidak mungkin Chelsea bisa melakukan comeback. Tren yang kerap mereka lakukan ketika dalam tekanan di babak penyisihan Liga Champions sejak dahulu kala.
Lantas sanggupkah Chelsea meniru permainan ala Barcelona? Satu hal yang pasti Madrid jelas tidak akan membiarkan The Blues bermain seenaknya, apalagi mereka akan bermain di hadapan pendukung sendiri.
(Rivan Nasri Rachman)