SEBANYAK 6 pesepak bola Indonesia yang jadi juragan kos-kosan akan dibahas pada artikel ini. Sebagaimana diketahui, tidak sedikit para pemain sepak bola juga memiliki pendapatan di luar profesinya saat ini.
Hal itu dilakukan sebagai salah satu perencanaan keuangan jangka panjang. Sebab, para pemain sepak bola menyadari, kariernya sebagai seorang atlet bisa jadi tidak panjang, lantaran harus pensiun dini karena cedera ataupun alasan lainnya.
Karena itu, tak sedikit dari para pesepak bola sudah membidik pendapatan lain di luar sepak bola. Salah satunya adalah sewa kos-kosan, yang jadi opsi pendapatan di luar gaji sebagai seorang pemain sepak bola.
Lantas, siapa saja pesepak bola yang ternyata juga juragan kos-kosan? Berikut 6 pesepak bola yang jadi juaragan kos-kosan.
6. Amarzukih
Di urutan keenam, ada nama Amarzukih. Ya, seorang pesepak bola yang lahir dan banyak menghabiskan karier di Jakarta.
Nama Amarzukih mungkin tidak terlalu familiar. Namun, kenyataannya pria 37 tahun ini pernah membela dua tim ibu kota, yaitu Persitara Jakarta Utara dan Persija Jakarta.
Ia memulai karier di Persitara, namun pada 2010 ia hengkang ke Persija Jakarta. Di klub berjuluk Macan Kemayoran itu ia menghabiskan waktu selama tujuh tahun.
Lahir dan besar di Jakarta membuat ia mulai merambah dunia bisnis dan memilih kos-kosan sebagai pendapatan lain di luar sepak bola. Selain itu, Amarzukih juga diketahui sebagai seseorang juragan tanah. Bisnisnya ia tekuni sejak 2015 dan merupakan usaha milik keluarga.
5. Adam Alis
Pesepak bola kelahiran Jakarta ini ternyata bukan hanya lihai mengolah si kulit bundar. Pemain 28 tahun ini juga pandai berbisnis.
Rekan satu tim Andik Vermansyah di Bhayangkara FC ini diketahui memiliki bisnis kos-kosan. Meski masih muda, tapi Adam Alis menyadari perlu mengatur keuangan yang lebih baik untuk masa depan.
Sebab demikian, ia merambah sejumlah bisnis, untuk persiapan setelah pensiun. Selain kos-kosan, Adam Alis juga mempunyai kedai kopi.
4. Andik Vermansyah
Karier cemerlang Andik Vermansyah tidak membuat ia lupa diri bekal masa depan. Pesepak bola yang kini bermain untuk Bhayangkara FC tersebut, punya bisnis kos-kosan di Kota Surabaya.
Kabar terakhir menyebutkan, sang pemain memiliki dua rumah kos. Dari situ ia membaginya menjadi belasan kamar untuk disewakan.
Tidak hanya mencuat secara karier sepak bola, Andik juga mulai merambah dunia bisnis lainnya. Ia diketahui memiliki bisnis di bidang properti di Surabaya dan sebidang kebun jeruk di Jember.
3. Fachrudin Aryanto
Kemudian ada nama Fachrudin Aryanto. Saat ini bek 33 tahun ini sedang membela Madura United.
Sebelum berpetualang ke pelosok Indonesia, Fahcrudin memulai kariernya tidak jauh dari kota kelahirannya di Klaten. Ia banyak menghabiskan kariernya di PSS Sleman.
Berkarier di daerah Yogyakarta ia melihat peluang bagus di luar karier sepak bola. Ya, ternyata, Fahcrudin diam-diam memiliki usaha kos-kosan yang terletak di daerah Yogyakarta.
Ia memiliki sejumlah kos-kosan di sana. Bahkan, belum lama ini, ia membangun lagi kos-kosan sendiri, pada pertengahan 2020 lalu.
2. Zulham Zamrun
Di urutan kedua ada Zulham Zamrun, salah satu pesepak bola nasional senior yang sudah membela berbagai klub besar Tanah Air. Di sepak bola sejumlah klub besar sudah ia jajaki.
Sebut saja seperti PSM Makassar, Persib Bandung, atau Persipura Jayapura. Malang melintang di klub elite Indonesia, membuat Zulham tidak lupa diri.
Mendapat gaji yang layak di klub besar Indonesia, ia ternyata menyisihkan pendapatannya untuk membangun bisnis kos-kosan. Pemain yang dikenal sebagai Cristiano Ronaldo Indonesia ini, mempunyai usaha kosan di tanah kelahirannya, Ternate.
Di sana, kos-kosan milik Zulham dikelola ibun dan pihak keluarganya. Namun, saaat ini Zulham sendiri diketahui masih berstatus free agent alias tidak punya klub. Kontraknya tidak diperpanjang lagi oleh AHHA PS Pati.
1. Dedi Kusnandar
Selanjutnya ada nama Dedi Kusnandar. Ya, gelandang andalan Persib Bandung ini diketahui memiliki usaha kos-kosan di tanah kelahirannya, Sumedang, Jawa Barat.
Walau cukup bersinar sebagai pesepak bola, Dedi Kusnandar ternyata tidak mau terlena. Ia membuka beberapa cabang bisnis, termasuk kos-kosan.
Ia melihat peluang bisnis di wilayah Jatinangor sebagai tempat usaha kos-kosan. Sebab, dirinya menilai di wilayah tersebut terdapat kampus-kampus besar. Di antaranya Unpad, ITB, dan lainnya. Selain kos-kosan, ia juga punya bisnis di bidang kuliner dan laundry pakaian.
(Hakiki Tertiari )