Penyebab Timnas Indonesia Kesulitan Gaet Pemain Keturunan Level Atas Diungkap Hasani Abdulgani

Hakiki Tertiari , Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 15:40 WIB
Penyebab Timnas Indonesia kesulitan dapatkan pemain keturunan level atas diungkap Hasani Abdulgani. (Foto: Instagram/@tijjanir)
Share :

PENYEBAB Timnas Indonesia kesulitan gaet pemain keturunan level atas diungkap anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani. Ia mengatakan, pemain keturunan yang berubah paspor menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) otomatis tak lagi dipandang sebagai pemain lokal dan itu menimbulkan masalah.

Pemain-pemain itu bakal dicap sebagai pemain asing. Di Liga Belanda, pemain asing wajib mendapatkan gaji yang lebih tinggi ketimbang pemain lokal.

(Tijjani Reijnders tak tertarik bela Timnas Indonesia)

Hal itulah yang membuat PSSI gagal mendapatkan tanda tangan gelandang AZ Alkmaar, Tijjani Reijnders. Tijjani Reijnders tak tertarik membela Timnas Indonesia.

Ia takut jika meninggalkan paspor Belanda dan beralih ke Indonesia, dapat merusak karier sepakbolanya di Negeri Kincir Angin. Karena itu, Tijjani Reijnders memilih bermain aman dengan bertahan memegang paspor Belanda.

Ditambah lagi, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memasang kriteria tinggi. Ia tak mau pemain yang dinaturalisasi bermain di level bawah.

Shin Tae-yong memburu pemain keturunan yang mentas di kasta teratas. Sejauh ini tiga pemain yang segera dinaturalisasi mentas di kasta tertinggi.

Sebut saja Jordi Amat (KAS Eupen, Liga Belgia), Shayne Pattynama (Viking FK, Norwegia) dan Sandy Walsh (KV Mechelen, Liga Belgia). Begitu juga dengan dua nama lain yang dalam masa penjajakan, yakni Emil Audero (Sampdoria, Liga Italia) dan Jordy Wehrmann (FC Luzern, Liga Swiss).

(Sandy Walsh segera bela Timnas Indonesia)

“Pemain (keturunan) yang kita ambil ada kriterianya. Paling tidak main di liga nomor 1 di negara tersebut. Otomatis kualitas mereka sudah teruji dong, enggak mungkin pemain biasa bisa masuk liga utama di negara itu,” kata Hasani Abdulgani kepada Okezone, Jumat (11/3/2022).

“Awalnya kami incar pemain keturunan di klub besar, tapi ternyata sangat susah. Regulasi di sana (Belanda) pemain asing harganya lebih mahal. Itu yang jadi faktor beberapa pemain pertimbangin buat pindah warga negara,” lanjut Hasani.

Rencananya Hasani Abdulgani akan berangkat ke Belanda pada 17 Maret 2022 untuk bertemu dengan keluarga sejumlah pemain keturunan. Namun, niat itu harus ditunda beberapa waktu karena visa Hasani Abdulgani belum keluar.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya