3. Julian Nagelsmann (Bayern Munich)
Nama berikutnya ialah Julian Nagelsmann. Sosok Rangnick memainkan peran cukup penting dalam karier kepelatihan Nagelsmann. Kesuksesan Nagelsmann bersama Hoffenheim membuat Rangnick sangat terkesan sehingga memutuskan menyingkirkan Ralph Hasenhuttl dan menggantikan posisi kepelatih Leipzig dengannya.
Benar saja, musim debut Nagelsmann di RB Leipzig menjadi sensasional. Klub itu finis ketiga di Bundesliga. Mereka juga memulai perjalanan yang menakjubkan ke semifinal Liga Champions, menyingkirkan Atletico Madrid asuhan Diego Simeone.
Nagelsmann juga menjadi manajer termuda yang melatih tim di semifinal Liga Champions. Nagelsmann kini mengelola Bayern Munich dan resmi menjadi manajer termahal di dunia. Dia pun secara gamblang menyatakan kekaguman dan dukungan kepada Rangnick ketika ditapuk menjadi juru taktik Man United.
2. Thomas Tuchel (Chelsea)
Di urutan kedua, ada nama Thomas Tuchel. Ralf Rangnick telah membantu Tuchel menjadi salah satu manajer terbaik di sepakbola.
Pada 2000, Rangnick secara pribadi memutuskan mengangkat Tuchel yang berusia 27 tahun sebagai pelatih kepala tim U-15 Stuttgart. Itu adalah pertunjukan pelatihan pertama Tuchel.
Satu dekade kemudian, Rangnick berusaha sangat keras untuk membawa Tuchel ke Hoffenheim pada 2010. Sekarang, juru taktik Jerman itu bertarung habis-habisan di Liga Inggris. Tuchel adalah murid terbaik Rangnick dan mencerminkan kemampuan beradaptasi manajer veteran sambil tetap setia pada filosofi gegenpressing.
“Dia (Rangnick) banyak membantu saya karena dia adalah pelatih saya. Dia adalah salah satu figur utama yang meyakinkan saya untuk mencoba melatih. Begitu besar pengaruhnya saat ini. Dia adalah manajer elite,” ujar Tuchel mengungkap kekagumannya kepada Rangnick.