MANCHESTER - Manchester United tampil perkasa di awal Liga Inggris 2021-2022, namun perlahan mereka kembali tampil buruk dan terus-terusan melempem. Menurut legenda Man United, Gery Neville, penyebab utama permainan Setan Merah kian menurun karena dampak dari kekalahan di final Liga Eropa 2020-2021.
Musim lalu Ole Gunnar Solskjaer berhasil mengantarkan Man United menjadi runner-up di Liga Eropa 2020-2021. Tetapi, sejak memasuki awal musim ini performa Man United masih terbilang belum konsisten.
Baca Juga: Solskjaer Tak Kunjung Dipecat, 6 Pemain Ini Tinggalkan Manchester United pada Januari 2022
The Red Devils tidak bisa memanfaatkan perolehan poin dengan baik di setiap pertandingan yang mereka jalani. Terbaru Man United mengalami tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris.
Man United harus menelan kekalahan 2-4 dari Leicester City, serta kekalahan memalukan saat bermain di Old Trafford 0-5 dari Liverpool dan 0-2 dari Manchester City. Hal itu pun membuat Solskjaer menjadi orang yang paling disalahkan oleh banyak orang.
Tetapi, Neville memberikan tanggapan atas buruknya penampilan mantan klubnya itu. Ia mengatakan kekalahan di final Liga Eropa berdampak pada permainan Man United musim ini.
“Dia (Solskjaer) naik dari urutan keenam ke ketiga ke urutan kedua, dan seharusnya memenangkan final Liga Europa melawan Villarreal. Saya mengingatnya kembali karena ketika Anda kalah di final, itu berdampak nyata pada pemain," kata Neville dikutip dari Mirror, Kamis (11/11/2021).
"Jika Anda memenangkannya, medali di leher Anda, Anda terbiasa menang," ucapnya.
Sementara, kekalahan Man United di Piala Liga Inggris dinilai oleh Neville adalah masalah besar karena gelar itu yang mungkin bisa diraih oleh Solskjaer. Ia menjelaskan peluang di Liga Inggris sudah tidak memungkinkan, sementara Liga Champions masih panjang dan kualitas Man United masih diragukan.
"Tersingkir dari Piala Liga Inggris ke West Ham, itu masalah besar. Itu tidak bisa terjadi, itu trofi yang Anda bisa memenangkan," ucapnya,
"Liga hampir habis, Liga Champions masih panjang tetapi kualitas tim masih diragukan," tambahnya.
Jadi, menurut Neville karena kegagalan Man United ketika hampir saja juara membuat mental para pemain menjadi jatuh. Mental tersebut pun terbawa hingga musim 2021-2022 ini.
(Rivan Nasri Rachman)