LONDON – Federasi Sepakbola Inggris (FA) telah mendakwa Chelsea melakukan dua pelanggaran saat bertamu ke markas Liverpool di matchday ketiga Liga Inggris 2021-2022 pada Sabtu 28 Agustus 2021. Dua pelanggaran itu terkait kegagalan pihak Chelsea yang mengatur para pemainnya untuk bertindah tertib saat laga berlangsung.
Seperti yang diketahui laga Liverpool vs Chelsea yang berlangsung di Stadion Anfield itu sempat ricuh kala babak pertama ingin berakhir. Kejadian bermula ketika wasit Anthony Taylor memberikan kartu merah kepada Reece James yang menghalau bola tendangan Sadion Mane dengan tangannya ketika berada di bawah mistar gawang.
Taylor yang sudah mengecek kejadian tersebut dengan VAR langsung mengusir James dari lapangan. Gara-gara itu para pemain Chelsea sempat protes, namun pada akhirnya Liverpool tetap mendapatkan hadiah penalti.
Baca Juga: Resmi Gabung Chelsea, Saul Niguez Tak Sabar Lakoni Laga Debut
Pada menit 45+3, Mohamed Salah pun menyelesaikan tendangan penaltinya dengan baik. Namun, kericuhan sempat terjadi antara kapten Liverpool, Jordan Henderson dan kiper Eduoard Mendy.
Insiden Henderson dengan Mendy lantas membuat para pemain Chelsea geram dan melalukan protes keras terhadap Taylor. Apalagi ketika Mendy dihadiahi kartu kuning oleh sang pengadil lapangan tersebut.
Setelah aksi protes itu, para pemain Chelsea lagi-lagi mengerumuni Taylor ketika babak pertama berakhir. Dua kejadian penggawa The Blues yang mengganggu Taylor dan membuat kericuhan itulah yang menjadi dasar FA melayangkan hukuman kepada Chelsea.
Tim asuhan Thomas Tuchel itu pun kini diberikan waktu sampai Jumat 3 September 2021 untuk menanggapi tuduhan tersebut. Tentunya Chelsea bisa melakukan banding jika merasa aksi pemain mereka tidak bersalah.
“Chelsea FC telah didakwa dengan dua pelanggaran Peraturan FA E20.1 setelah pertandingan Liga Inggris mereka saat melawan Liverpool FC pada hari Sabtu,” bunyi pernyataan FA yang dikutip dari Liverpool Echo, Kamis (2//9/2021).
"Diduga bahwa Chelsea FC gagal memastikan para pemainnya berperilaku tertib selama menit ke-48 babak pertama dan setelah peluit turun minum,” imbuh keterangan dari pihak FA.
Bagi Chelsea, dakwaan FA yang dianggap gagal mengatur para pemainnya dengan baik itu bukanlah hal yang pertama terjadi. Pada Mei 2021 silam, Leicester dan Chelsea terkena denda 22.500 pounds atau sekira Rp441 juta karena dianggap gagal menertibkan para pemain.
Karena nyatanya Chelsea masih berulah, pihak FA pun dikabarkan takkan hanya mendenda skuad asuhan Tuchel itu saja, tapi juga memberikan hukuman pengurangan poin. Hal itu dirasa bisa membuat Chelsea jera dan semakin mengetatkan para pemainnya dari aksi yang bisa membuat kericuhan.
(Rachmat Fahzry)