Selain itu, Messi juga sudah terbiasa dengan tekanan yang dihadapinya sebagai pemain terbaik dunia enam kali. Hal itu membuatnya bisa memberikan contoh kepada rekan setimnya bagaimana cara menghadapi tekanan di partai besar, seperti final Copa America.
“Mereka selalu ingin membandingkannya dengan Diego (Maradona). Mereka ingin dia berteriak dan bertarung dan Leo tidak seperti itu. Tetapi jika dia harus melakukan itu di balik layar, dia akan melakukannya,” tegas Gomez.
"Apa yang terjadi adalah bahwa Leo tidak akan pernah mengungkapkannya dan dia tidak berbicara demi itu. Ketika dia harus marah atau memberi tahu anda sesuatu, dia akan memberi tahu anda secara empat mata tanpa ada yang mengetahuinya,” pungkasnya.
Sekadar informasi, pada final Copa America 2021 yang digelar pertengahan Juli lalu, Messi berhasil memberikan trofi pertamanya untuk Argentina. Tim Tango –julukan Argentina- menaklukkan rival mereka, Brazil, dengan skor 1-0 lewat gol yang dicetak Angel Di Maria. Gelar tersebut juga menjadi yang pertama bagi Argentina sejak terakhir kali memenangkan Copa America pada 1993.
(Rachmat Fahzry)